Keputusan FIFA pada 21 April tetap mendapatkan tentangan dari Kelompok 78. Malahan Kelompok 78 menduga ada manipulasi data yang dikirimkan kepada FIFA.Keputusan FIFA yang mendapatkan tentangan dari Kelompok 78 adalah menyoal pelarangan Arifin Panigoro, George Toisutta dan Nirwan Bakrie. Kelompok 78 menilai, keputusan seperti itu, termasuk keputusan FIFA juga yang menyatakan Komite Banding dan Komite Pemilihan tidak diperlukan, tak akan muncul jika tak ada manipulasi data tersebut. "Seperti contoh ya yang disampaikan kepada FIFA mengenai hasil kongres tanggal 14 April yang sudah ditandangani pak Agum (Gumelar) dan tujuh anggota KN (Komite Normalisasi)." "Tapi proposal yang dikirim ke FIFA itu, dibilang bahwa pertemuan tanggal 14 itu bukan kongres, melainkan meeting. Itu bagian dari manipulasi data," ujar anggota Kelompok 78 Wisnu Wardhana kepada detikSport, Senin (25/4/2011). "Apa yang disampaikan ke FIFA ini banyak yang tidak disampaikan ke sana," protes Wisnu lagi. Kelompok 78 menduga ada sebuah surat yang dikirimkan kepada Departemen Media FIFA. Dalam surat tersebut, ada dugaan bahwa ada beberapa pihak tak bertanggungjawab yang menyatakan bahwa Kongres tanggal 14 April, yang kemudian menghasilkan Komite Banding dan Komite Normalisasi, telah mengganggu keputusan FIFA tanggal 4 April mengenai pemberian keputusan penuh kepada Komite Normalisasi. Namun, ketika ditanya siapa saja orang-orang yang diduga melakukan hal tersebut, Wisnu enggan menyebutkannya. "Ada. Beberapa orang dari Komite Normalisasi. Satu atau dua orang. Tapi, tidak semuanya," tukasnya. |
20.30
meteor kazama
Keputusan FIFA pada 21 April tetap mendapatkan tentangan dari Kelompok 78. Malahan Kelompok 78 menduga ada manipulasi data yang dikirimkan kepada FIFA.
Posted in: 





0 komentar:
Posting Komentar