selamat datang di meteor kazama, informasi sepak bola terkini
Tampilkan postingan dengan label liga inggris. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label liga inggris. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 Mei 2011

Dapat Dua Gelar pun Fergie Takkan Pensiun Tahun ini



(AFP/Andrew Yates)Entah apa yang menjadi ukuran kapan Sir Alex Ferguson akan pensiun sebagai pelatih. Ia memastikan akan tetap menukangi Manchester United sekalipun dapat dua gelar di musim ini.

Sudah hampir satu dekade sejak Fergie pertama kali mencetuskan keinginan mundur di tahun 2002, tapi ia kemudian berubah pikiran dan hingga kini masih berada di tempatnya. Sejak itu berkali-kali pula ia "ditagih" bilamana benar-benar akan menyudahi karirnya sebagai manajer.

Musim ini MU berpeluang besar melewati Liverpool untuk memegang rekor 19 kali juara Liga Inggris. Fergie juga punya kans meraih titel ketiganya di Liga Champions, apabila timnya mampu mengalahkan Barcelona di final 28 Mei.

Apabila MU menang, maka Fergie akan menyamai rekor Bob Paisley yang saat ini merupakan pelatih satu-satunya yang pernah memenangi kejuaraan Eropa sebanyak tiga kali. Paisley melakukannya untuk Liverpool di tahun 1977, 1978, dan 1981. Adapun Fergie meraihnya di tahun 1999 dan 2008.

Menjelang pertandingan timnya melawan Chelsea malam ini, wartawan menyinggung lagi soal kemungkinan Fergie pensiun dalam kondisi puncak apabila musim ini "Setan Merah" bisa menjadi double winners.

"Apakah kita akan membahas ini lagi?" tanya balik sang manajer. "Saya akan ada di sini musim depan."

"Pasti akan ada satu hal untuk membuat saya benar-benar pensiun, dan jika itu ada, saya pasti tak tahu karena saya pernah mencoba itu dan hasilnya malah berantakan," sambungnya, seperti dilansir Reuters.

Pria Skotlandia kelahiran 31 Desember 1941 itu sudah menangani Manchester United sejak 1986 dan sudah memiliki semua piala besar yang ada di level klub.

Rabu, 04 Mei 2011

Wilshere: Lupakan Kegagalan, Gunners



Getty ImagesSejumlah kegagalan yang diderita menjadi pukulan telak buat Arsenal. Jack Wilshere meyakini timnya akan sukses di kemudian namun harus bisa bangkit dari kekecewaan tersebut.

Arsenal sempat amat dekat dengan trofi yang akan memutus puasa gelarnya selama enam tahun terakhir. Namun harapan itu sirna usai kalah dari Birmingham City di final Piala Carling.

Bulan Maret tampaknya menjadi bulan kelabu buat pasukan arahan Arsene Wenger itu. Diawali dengan didepaknya Arsenal oleh Barcelona di Liga Champions yang dilanjutkan kekalahan atas Manchester United di Piala FA.

Ketidak beruntungan "Gudang Peluru" menjalar ke Liga Inggris dimana kans mereka untuk juara hampir pasti tertutup usai dikalahkan Bolton Wanderers dua pekan lalu.

"Kami harus memenangi sesuatu dan kami tidak akan menang jika kami terus berpikir tentang minggu-minggu mengecewakan itu,"ujar Wilshere kepada Majalah Four Four Two.

"Itu (kekalahan di final Piala Carling) sangat mengecewakan bahkan sampai kini mereka masih bilang 'kita sebenarnya bisa juara'."

"Akan selalu ada dampak psikologis jika kami memenangi sesuatu, itu akan memberi kami kepercayaan diri untuk menang lagi," tukas pemain muda terbaik Liga Inggris 2011 itu.

Benitez Pilih Balik ke Inggris Ketimbang Latih Roma



Getty ImagesPengalaman menukangi Inter Milan tampaknya tidak mengesankan Rafael Benitez. Ia tidak mau lagi melatih di Italia, termasuk jika ada tawaran dari AS Roma.

Benitez mencicipi pengalaman pertama melatih sebuah tim Italia saat direkrut Inter awal musim ini. Tidak kuasa memberikan sentuhan positif, Benitez akhirnya hanya bertahan setengah musim.

Saat ini si pria Spanyol tengah menganggur usai berpisah dengan Nerazzurri. Namun, ia sudah dihubung-hubungkan dengan Roma yang kini tengah ditangani caretaker Vincenzo Montella.

"Ia sudah pasti akan lebih memilih Inggris," tukas Manuel Garcia Quilon selaku agen Benitez kepada Calciomercato.it yang dikutip Football Italia.

Benitez sendiri, aku Quilon, sebenarnya belum pernah dihubungi pihak Roma. Tetapi jika pun ditawarkan posisi pelatih, itu sudah pasti ditolak karena Benitez memilih kembali melatih di Inggris.

"Saya belum pernah menerima telepon dari Giallorossi, tapi seperti yang saya bilang sebelumnya, ia ingin menangani klub Inggris lagi," terang sang agen.

Untuk klub Inggris, Chelsea konon akan berusaha merekrut Benitez jika Carlo Ancelotti benar-benar dilepas akhir musim nanti. "Apa Chelsea sudah menghubungi kami? Tidak, tidak ada berita di sini," jawab Quilon.

Terry: Saya Kapten Terbaik Chelsea



ReutersSudah hampir tujuh tahun John Terry menjabat kapten Chelsea. Berbagai pencapaian didapatkan oleh pemain bertahan tersebut. Terry selanjutnya mengklaim bahwa dirinya kapten terbaik The Blues. 

Terry pertama kali diserahi ban kapten pada 5 Desember 2001 dalam laga menghadapi Charlton Athletic. Namun ketika itu JT belum memegang jabatan tersebut secara reguler. 

Pemain berkebangsaan Inggris itu ditunjuk sebagai kapten tetap Chelsea pada musim 2003/2004 oleh manajer Claudio Ranieri, menggantikan Marcel Desailly. 

"Di sepanjang karir saya, saya merupakan kapten Chelsea tersukses di sepanjang sejarah klub. Hal itu berarti begitu banyak bagi saya," lugas dia seperti dikutip dari SkySports. 

Sejak menjadi kapten tim, pria yang sudah mencatat 500 kali penampilan bersama Chelsea ini memberikan tiga gelar Liga Primer, tiga Piala FA, dan dua Piala Liga. 

Terry juga tercatat sebagai kapten pertama yang mengangkat Piala FA di Stadion Wembley yang baru, yakni saat mengalahkan Manchester United 1-0 di laga final tahun 2007. 

Pemain bernomor punggung 26 itu kemudian menceritakan apa kenangan terindah dan kenangan terpahitnya selama memimpin rekan-rekannya di lapangan. 

"Momen terbaik saya adalah ketika menghadapi Barcelona di Stamford Bridge (tahun 2005) dan mencetak gol kemenangan. Sementara itu titik terendah sudah jelas ketika saya gagal penalti di final Liga Champions (2008)," ujar dia.

Selasa, 03 Mei 2011

Lehmann Bikin Szczesny Makin Berkembang



Getty ImagesJens Lehmann ternyata punya peran penting di balik performa apik yang ditunjukkan oleh Wojciech Szczesny. Mantan kiper timnas Jerman itu banyak memberi masukan yang membuat Szczesny makin berkembang.

Arsene Wenger memilih Szczesny untuk mengisi posisi penjaga gawang Arsenal pasca cederanya Lukasz Fabianski. Meski baru berusia 21 tahun, performa kiper asal Polandia ini cukup memuaskan. Dalam 21 laga, dia mencatat clean sheet sembilan kali dan kebobolan 18 gol.

Lehmann ternyata punya jasa di balik performa bagus Szczesny. Pria 41 tahun itu banyak memberi arahan kepada juniornya tersebut.

"Ini sebenarnya sangat menarik. Tiap setelah laga dia berbicara kepada saya dengan sangat rinci," ungkap Szczesny di situs resmi klub.

"Dia juga mengajak saya ke satu sisi saat latihan, atau saat kami melakukan peregangan, dan memberi saya banyak nasihat tentang aspek-aspek kecil dari pertandingan saya," imbuhnya.

"Itu bukan tentang hal-hal besar, karena saya tak membuat banyak kesalahan besar. Tapi, dia melihat detail-detail kecil dan menggunakan pengalamannya untuk membantu saya. Itu benar-benar berguna dan saya sangat bersyukur untuk itu," urai pemuda bernama lengkap Wojciech Tomasz Szczesny tersebut.

"Itu menyenangkan, dan saya tak sabar untuk lebih banyak bekerja bersamanya karena saya belajar banyak dari dia. Dia pasti memiliki kualitas untuk menjadi pelatih yang sangat bagus. Dia punya kemampuan untuk memberikan informasi dalam cara yang sangat jelas, sehingga Anda dapat memahami semua nasihatnya," tutupnya.

Nasri Siap Tukar Penghargaan dengan Trofi Juara



Getty Images Samir Nasri sudah sedemikian rindu mengangkat trofi juara. Bahkan, untuk mewujudkan hasratnya tersebut, dia rela memberikan semua penghargaan yang dia raih.

Nasri menjadi runner-up pemain terbaik Liga Inggris versi PFA di belakang Gareth Bale. Dia juga masuk nominasi untuk penghargaan pemain muda terbaik.

Gelandang 23 tahun ini juga masuk ke tim impian Premier League musim ini. Penghargaan Pemain Terbaik Prancis tahun 2010 pun jadi milik mantan pemain Marseille ini.

Meski demikian, Nasri tampaknya akan mengakhiri musim ini tanpa gelar di level klub. Arsenal saat ini masih menduduki peringkat ketiga klasemen sementara Premier League dan butuh keajaiban untuk bisa menyalip Manchester United dan Chelsea.

Hal inilah yang membuat Nasri frustrasi. Dia pun menyoroti kegagalan The Gunners meraih poin penuh dalam pertandingan lawan Liverpool, Tottenham Hotspur, dan Bolton Wanderers.

"Saya tak peduli apakah saya menjadi runner-up atau bahkan pemain terbaik di liga. Saya lebih memilih untuk memenangi Premier League," sahut nasri di situs resmi klub.

"Saya tak memenangi apa pun sejak saya menjadi pemain profesional di Marseille. Saya selalu kalah di final atau finish kedua di liga," imbuhnya.

"Saya pikir kami tampil bagus dalam tiga laga itu (lawan Liverpool, Tottenham, dan Bolton), tapi tentu pada akhirnya kami sungguh kecewa. Kami memimpin 1-0 hingga menit ke-102 saat melawan Liverpool, harusnya waktu sudah habis," urai Nasri.

"Kami sangat frustrasi tapi setelahnya saya berpikir kami memberi respons bagus saat melawan Tottenham, bermain sangat bagus, tapi sekali lagi kami unggul 3-1 dan mengakhiri laga tanpa memenangkan pertandingan. Jika Anda ingin memenangi titel, itu akan sulit kalau kehilangan banyak poin pada akhir laga. Begitu juga yang terjadi di Bolton," beber dia.

Nasri sebenarnya nyaris mengangkat trofi kalau saja Arsenal memenangi Piala Liga. Namun, di luar dugaan, mereka malah kalah dari Birmingham City.

"Itu sulit tapi semua orang benar-benar kecewa setelah final Piala Liga. Kami berpikir kami bisa memenangi trofi pertama kami setelah enam tahun, jadi itu menyakitkan," pungkas dia.

Abramovich Siapkan Rp 1,1 T untuk Belanja Chelsea



(AFP/Glyn Kirk)Roman Abramovich tampaknya belum puas dengan materi skuad Chelsea saat ini. Sang pemilik dilaporkan siap merogok koceknya lebih dari Rp 1 triliun untuk mendatangkan para pemain baru di musim panas.

Perbaikan terus dilakukan The Blues demi gelar juara di musim depan. Pada Januari silam, Chelsea sudah mengeluarkan 72 juta pounds untuk memboyong David Luiz dan Fernando Torres.

Faktanya hal itu belum cukup buat Abramovich yang menginginkan pemainan Chelsea lebih atraktif lagi. 

Diberitakan The Sun, milyuner Rusia itu membidik tiga pemain; pemain tengah kreatif, winger lincah dan bek kanan klasik dan telah meminta chief eksekutif klub Ron Gourlay untuk membuat daftar pemain yang memungkinan untuk diincar.

Sejumlah target diyakini merupakan pemain dengan nama-nama besar seperti Cesc Fabregas (Arsenal), Gareth Bale (Tottenham Hotspur) dan bek Belanda Gregory van der Wiel.

Alternatif lainnya muncul nama playmaker Inter Milan Wesley Sneijder, striker Bayern Munich Thomas Mueller. Andrey Arshavin, Luka Modric konon juga masuk daftar "Si Biru".

"Roman selalu ingin melihat Chelsea yang memainkan sepakbola seksi," sahut seorang sumber klub. 

"Dia lebih senang menonton pertandingan ketika mereka menang 4-3 daripada menang cuma 1-0."

Senin, 02 Mei 2011

Gol Pelepas Mimpi Buruk 'Rambo'



Getty/Mike Hewitt Sebuah gol dipersembahkan Aaron Ramsey saat Arsenal menekuk Manchester United kemarin. Gol yang berarti banyak bagi 'Rambo' usai mengalami kejadian buruk dalam karirnya.

Pada Februari 2010 sebuah kejadian yang tentunya tak pernah diinginkan Ramsey terjadi. Terjangan kaki bek Stoke City Ryan Shawcross membuat dua tulang kakinya patah dan mengharuskannya absen panjang.

Ia akhirnya kembali pada bulan Oktober 2010. Lalu untuk memulihkan kondisnya ia pun dipinjamkan ke Cardiff City dan Nottingham City. Sebelum akhirnya kembali akhir Februari.

Kesempatan menunjukkan performanya pasca cedera pun datang saat dijadikan starter kedua kalinya musim ini, dalam laga melawan MU kemarin menggantikan Cesc Fabregas.

Seperti tak pernah mengalami cedera parah, Ramsey pun bermain dengan tenang dan ia pun jadi pahlawan timnya lewat gol tunggal di menit ke-56, yang membuat seisi stadium Emirates menggelora.

Sebuah pencapaian yang membuat Ramsey bahagia sebab itu membuktikan jika ia sudah fit seratus persen serta bangkit dari memori buruknya setahun lalu.

"Mencetak gol adalah momen spesial untukku. Tak sia-sia penantian ini dan banyak orang yang telah menolongku melalui waktu-waktu buruk yang kupunya," sahut Ramsey di Sky Sports.

"Kuharap ini dapat memberikan mereka kepuasan yang sama dengan diriku. Usai laga-laga sisa musim ini, aku harap bisa kembali lagi dan tampil bagus di pra musim untuk persiapan musim depan," sambungnya.

"Target kami hanya memenangi sisa laga dan kami harus memulai untuk itu. Mudah-mudahan kami bisa meneruskan ini dan lihat bagaimana hasil akhirnya," simpul gelandang internasional Wales itu.

Hernandez Ingin Debut Musim yang Sempurna



(AFP/Andrew Yates)Javier Hernandez telah memiliki musim yang bagus bersama Manchester United. Pemilik julukan Chicharito itu berambisi menyempurnakan musimnya dengan meraih gelar juara.

Tak bisa dipungkiri, Hernandez kini menjadi salah satu aspek penting dalam skuad MU. Pemain Meksiko itu telah menyumbangkan 19 gol dari 40 kali penampilannya yang sebagian besar diawali dari bench.

Jelas, catatan itu jauh lebih dari kata bagus untuk seorang pemain pendatang yang biasanya membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan klub barunya.

"Setan Merah" masih menduduki pole position dalam perebutan gelar juara kendati menelan kekalahan tipis dari Arsenal. Hernandez berambisi untuk menjadikan debut musimnya dengan sempurna; dengan gelar juara.

"Itu (juara) akan berarti banyak. Aku berhasrat kuat memenangi medali dan juga mengangkat trofi. Itu akan menjadi musim sempurna buatku di sini," tukas Hernandez di situs resmi klub.

Hernandez meyakini timnya bisa memenangi partai--yang bisa dibilang penentuan gelar juara--kontra Chelsea di Old Trafford akhir pekan ini. Aspek historis diyakininya menjadi nilai lebih MU dari rivalnya itu.

"Faktanya United adalah klub besar dengan sebuah sejarah hebat di dalam pertempuran-pertempuran ini. Sejumlah pemain pernah berada di dalam laga seperti ini sebelumnya sementara para pemain baru punya hasrat besar untuk sukses karena kami tahu sejarah Manchester united dan itu tidak termasuk banyak kekalahan menyakitkan,"ucapnya.

'Pertahankan Posisi Lima Besar, Liverpool'



Getty Images/Clive BrunskillLiverpool untuk pertama kalinya musim ini masuk ke lima besar klasemen. Demi menjaga peluang lolos ke Eropa musim depan, The Reds pun diminta tetap ada di sana hingga akhir musim.

Kemenangan 3-0 atas Newcastle United kemarin membuat Liverpool kini menggeser Tottenham Hotspur ke posisi enam. Poin keduanya sama yakni 55, namun The Anfield Gank unggul selisih gol.

Ini merupakan prestasi tersendiri bagi Liverpool yang di awal musim ini sempat terpuruk di zona degradasi. Kedatangan Kenny Dalglish serta pembelian Luis Suarez dan Andy Carroll di pertengahan musim merubah semuanya.

Liverpool memenangi sembilan dari 15 laga di liga sejak Dalglish mengambil alih tongkat kepelatihan dari Roy Hodgson. Kini mereka jadi tim keempat terproduktif setelah Manchester Untied, Chelsea dan Arsenal.

Maka tiket ke kompetisi Eropa musim depan jadi target satu-satunya yang harus Liverpool dapatkan demi menaikkan moral dan mental menuju musim depan. Hal ini lah yang sangat diminta oleh Jamie Carragher kepada rekan-rekannya.

"Saya tahun banyak omongan orang-orang yang ingin kami finis di posisi lima namun bagi saya Liverpool tempatnya di kompetisi Eropa. Ini tradisi klub ini dan saya sangat ingin kami mendapatkannya," tegas Carra di Soccernet.

"Ini adalah trofi yang harus kami dapatkan. Saya sebenarnya senang jika kami berada di Dublin (tempat Final Liga Europa) dalam beberapa pekan ke depan - itu akan jadi fantastis bagi kami dan juga suporter," sambungnya.

Liverpool dan Spurs akan saling berhadapan pada laga krusial 15 Mei mendatang. Kemenangan tentunya akan mengamankan posisi 'Si Merah' di lima besar. Maka Carra pun menegaskan jika rekan-rekannya harus bisa tampil konsisten meski badai cedera menghantam tim di penghujung musim ini.

"Jika kami tetap menang terus maka kami mempunya kesempatan bagus untuk lolos. Namun Tottenham juga merasakan hal sama dan saya pikir (laga kontra Spurs 15 Mei) akan jadi pertandingan yang hebat," urai pengoleksi 665 caps bersama Liverpool itu.

"Penting bagi tim untuk tetap menang dan mempertahankan suasana bagus seperti ini. Memang kami tidak mengalami hari-hari yang bagus selama 18 bulan ini. Segalanya berjalan sulit. Namun kini kami bisa memulai menikmati permainan kami dan mengharapkan kemenangan di setiap laga," simpul bek berusia 33 tahun itu.

Minggu, 01 Mei 2011

Gerrard Optimistis Kembali di Pra Musim



AFP/Paul Ellis Belum diketahui kapan Steven Gerrard akan kembali bermain. Namun kapten Liverpool itu optimistis bisa merumput lagi sebelum musim baru dimulai.

Terakhir kali Gerrard bermain adalah saat mengalahkan Manchester United 3-1 6 Maret lalu. Sesudahnya ia harus menepi selama sebulan akibat cedera pangkal paha.

Namun saat hendak bermain lagi kontra West Bromwich Albion awal April lalu, Gerrard cedera di tempat yang dan harus menjalani operasi yang mengharuskan ia absen hingga akhir musim.

Kesembuhan Gerrard secara total tentunya ditunggu Kenny Dalglish dan para Liverpudlian. Sebab musim ini pesepakbola Inggris itu lebih banyak berkutat dengan cedera itu dan sering absen.

Musim ini ia hanya tampil sebanyak 24 kali di seluruh kompetisi dan menyumbang delapan gol.

Tapi nada optimistis akhirnya diutarakan oleh pemain yang akan berumur 31 tahun akhir Mei nanti. Ia yakin bisa kembali pada pertengahan tahun saat Liverpool menjalani pra musim.

Kondisinya saat ini disebut kian membaik dan tak ingin comeback buru-buru karena benar-benar mau fit saat musim dimulai.

"Untuk pertama kalinya saya yakin soal kondisi pangkal paha saya," tegas Gerrard di situs resmi klub.

"Namun cedera ini membunuh saya. Manajer dan yang lain melakukan yang terbaik untuk menjadi bagian dari tim. Namun sampai Anda bisa bermain setiap pekannya, maka rasanya tak akan sama," sambungnya.

"Saya berharap bisa kembali pada hari pertama pra musim," simpulnya.

Tevez Masih Tak Dilirik Batista



AFP/Paul Ellis Peluang Carlos Tevez bermain bagi Argentina di Copa America bisa musnah sepenuhnya. Sebab pelatih Albiceleste Sergio Batista nyatanya masih mengalihkan perhatian dari striker 26 tahun itu.

Batista pada akhir pekan ini khusus datang ke Eropa untuk memantau para pemain Argentina yang ada di sana. Tujuannya jelas untuk persiapan Copa America yang akan dihelat di negaranya Juli nanti.

Akhir pekan ini laga Manchester City kontra West Ham United, Minggu (1/5/2011) malam WIB dikunjungi oleh Batista. Memang Carlos Tevez masih cedera dan tak bermain dalam pertandingan itu.

Namun alih-alih mengecek kondisi Tevez, Batista nyatanya hanya ingin menengok permainan Pablo Zabaleta yang juga adalah anggota timnas Tango.

Batista sepertinya masih 'sakit hati' atas kelakukan Tevez November lalu. Tevez sebenarnya dipanggil untuk laga friendly kontra Brasil namun ia mengundurkan diri karena alasan cedera.

Tapi empat hari kemudian eks Boca Juniors dan Manchester United itu malah bermain melawan Fulham dan mencetak gol. Setelah itu Tevez tak lagi dipanggil Batista.

"Tevez tidak adalah rencanaku. Dia bukanlah prioritasku," tegas Batista kepada Sky Sports.

"Aku tidak berbicara dengannya karena memang tidak ada yang ingin kubicarakan," sambungnya.

"Seperti yang selalu kubilang dia tidak dipanggil karena aku suka Tevez yang bermain di Boca. Bukan Tevez yang ini," simpul Batista.

Mental Pemain Muda The Gunners Tuai Pujian



 Getty Images/Mike HewittMusim ini Arsenal kerap dikritik keras terkait kebiasaan memakai pemain muda minim pengalaman. Namun kemenangan atas Manchester United menunjukkan darah-darah muda The Gunners berprospek cerah.

Musim ini Arsenal yang berpeluang jadi satu-satunya tim di Eropa yang bisa merebut empat gelar, akhirnya harus menerima satu per satu titel itu lepas dari tangan.

Kekalahan dari Birmingham di final Piala Liga jadi tolak awalnya. Sesudahnya Arsenal hanya bisa memenangi dua laganya di seluruh kompetisi.

Maka Arsene Wenger pun jadi sasaran kritik terkait kebijakannya yang terus menggunakan pemain muda, yang menyebabkan Arsenal puasa gelar dalam enam tahun terakhir.

Namun keputusan Wenger untuk menurunkan kembali armada mudanya, kala menghadapi pesaing utamanya MU di pekan ke-35 Liga Inggris, berbuah manis.

Tim termuda yang diturunkan sebuah tim musim ini, dengan rataan umur 23 hari dan 296 hari, itu meraih kemenangan 1-0 lewat gol Aaron Ramsey, gelandang berusia 20 tahun.

"Jika Anda melihat rataan umur tim kami hari ini, ini adalah sebuah kabar bagus untuk klub. Mereka masih sangat muda," ujar Wenger seperti dilansir Reuters.

"Saya merasa kami ingin menambaha apa yang kami butuhkan dan saya sangat berhati-hati atas apa yang saya katakan. Penting untuk tetap mempercayai apa yang kami lakukan, Anda dapat melihat para pemain berkembang ketika mereka mendapat kesempatan," sambungnya.

"Anda hanya akan bisa berkembang jika Anda bermain. Namun orang-orang ingin dua hal yakni memenangi setiap laga dan menghasilkan pemain fantastis," tukasnya.

Meski begitu Wenger mengaku jika mental para pemain mudanya kerap tak stabil. Contohnya dalam tiga laga terakhir Arsenal selalu kehilangan angka usai mereka bisa unggul lebih dulu.

"Ya mereka masih kurang tenang jika berada dalam tekanan. Secara tak sadar ada yang mempengaruhi tim kami bila sedang berurusan dengan namanya kekecewaan," tutup pria asal Prancis itu.

Wenger: MU Bisa Mendapat Penalti



ReutersBeritabola.com London - Manchester United sempat meminta penalti ketika Michael Owen terlibat kontak dengan Gael Clichy, namun itu tak digubris wasit. Soal ini, manajer Arsenal Arsene Wenger menilai bahwa kejadian itu bisa dikenai penalti. 

Masalah penalti menjadi salah satu topik pembicaraan pasca pertandingan Arsenal kontra Manchester United tadi malam. Pertandingan ini dimenangi oleh tim Gudang Peluru dengan skor 1-0.

Masing-masing tim mengklaim seharusnya mendapatkan penalti, di mana wasit sama sekali tidak menunjuk titik putih di laga ini. Untuk Arsenal, mereka menyoroti handsball yang dilakukan Nemanja Vidic. Striker Robin Van Persie bahkan menilai bek MU tersebut pantas menerima kartu merah langsung. 

"Ya, itu handsball. Saya pikir wasit tak melihatnya. Dalam kasus seperti ini, kami sial musim ini, karena kami 17 kali dihukum penalti," ujar manajer Arsenal Arsene Wenger di situs resmi klub. 

Sementara itu manajer Manchester United Sir Alex Ferguson menilai timnya pantas mendapat hadiah tendangan 12 pas ketika terjadi kontak antara Gael Clichy dengan Michael Owen, yang menyebabkan pemain depan The Red Devils itu jatuh di kotak terlarang. 

Hal senada juga diungkapkan kiper Edwin Van der Sar. "Saya sudah melihat lagi tayangannya di televisi, dan itu jelas penalti. Mungkin wasit tak melihatnya, namun hakim garis juga bisa melibatkan diri. Saya tidak yakin mengapa hakim garis tidak mengangkat bendera," ujar kiper MU itu di situs resmi klub. 

Wenger ternyata tak membantah klaim dari sang lawan. "Kejadian itu bisa berbuah penalti, meski sejauh ini kejadiannya agak kurang jelas dibandingkan dengan apa yang dilakukan Vidic," tuntas manajer asal Prancis tersebut. 


Foto: Kejadian ketika Michael Owen jatuh di kotak penalti usai kontak dengan Gael Clichy dalam laga Arsenal vs Manchester United (1/5/2011) di Stadion Emirates, London (Reuters)

Atasi West Ham, City Mantap di Posisi Empat



Man City vs West Ham (Reuters) Manchester City memantapkan posisinya di urutan empat klasemen sementara, berkat kemenangan 2-1 atas tamunya West Ham United dalam laga di City of Manchester, Minggu (1/5/2011) malam WIB.

Manchester City membuka skor di menit ke-11 melalui Nigel De Jong. Berawal dari sepak pojok untuk City, bola gagal dibuang dengan sempurna oleh Kolarov. De Jong langsung menyambar bola yang datang kepadanya dan sepakannya berhasil menembus gawang yang dijaga Robert Green.

City menambah gol ketika pertandingan berjalan seperempat jam. Usai bertukar umpan dengan David Silva, Pablo Zabaleta kemudian berlari ke kotak penalti dan kemudian mengirim umpan ke arah tengah. Lars Jacobsen yang mencoba memotong datangnya bola justru membobol gawang sendiri. 

Peluang The Hammers datang di menit ke-31 saat Robbie Keane yang lolos jebakan off-side menerobos ke kotak penalti. Kiper City Joe Hart yang bergerak menutup ruang gerak Keane berhasil menggagalkan kans tim tamu. 

Demba Ba memperkecil ketinggalan West Ham lewat golnya menit ke-33. Berawal dari bola yang diumpan dari sebelah kiri ke kotak penalti, bola kemudian ditanduk oleh Keane. Joleon Lescott gagal mengantisipasi dengan baik datangnya si kulit bundar dan hal itu bisa dimanfaatkan Ba untuk menjebol gawang yang dijaga Hart. 

City memiliki dua peluang matang di menit ke-54. Tendangan Mario Balotelli usai menerima umpan David Silva masih mengenai mistar. Bola rebound disambut Yaya Toure, namun masih bisa dihentikan Green.

Kans bagi tuan rumah kembali hadir menit ke-62. David Silva lolos jebakan off-side. Di kotak penalti, Silva yang ruang tembaknya berhasil ditutup oleh Green, kemudian mengoper ke arah Balotelli. Striker Italia itu melepas tembakan yang masih bisa dihalau James Tomkins. 

Anak buah Roberto Mancini terus mengurung pertahanan tim besutan Avram Grant. Sepakan David Silva di menit ke-84 sempat mengenai gelandang West Ham Jonathan Spector. Bola yang mengarah ke gawang The Hammers bisa ditepis Green.

Tambahan tiga poin membuat City memantapkan posisinya di urutan keempat klasemen sementara dengan poin 62 atau unggul tujuh poin dari Tottenham Hotspur yang ada di urutan lima. Ada pun bagi West Ham, kekalahan ini membuat mereka tetap tertanam di dasar klasemen sementara dengan nilai 32. 

Susunan Pemain

Man.City: Hart; Lescott, Kompany, Kolarov, Zabaleta, Barry (Dzeko 73), De Jong (Milner 46), Toure, David Silva, A.Johnson, Balotelli (Vieira 85)

West Ham: Green; Upson (Da Costa 25), Tomkins, Gabbidon, Jacbosen, Hitzlsperger, Spector, Boa Morte (Obinna 78), Sears, Keane (Cole 65), Ba

Sir Alex Sebut MU Tak Beruntung



Reuters Manajer Manchester United Sir Alex Ferguson mengakui bahwa "Setan Merah" gagal melakukan start dengan baik dalam laga melawan Arsenal. Menanggapi hasil akhir, Fergie menyebut timnya tak beruntung. 

MU kalah 0-1 dari Arsenal dalam laga di Stadion Emirates, Minggu (1/5/2011) malam WIB. Kekalahan ini memang tak mempengaruhi posisi "Setan Merah" di puncak klasemen sementara, namun perolehan angka mereka semakin didekati Chelsea. 

Ferguson menyebut bahwa anak buahnya gagal mengawali pertandingan dengan baik. "Saya pikir kami tidak mulai bermain, sampai kami akhirnya kebobolan. Saya pikir hasil yang adil adalah seri. Namun Arsenal bisa mencetak gol dari satu-satunya tembakan ke gawang, dan itu mengecewakan," kata manajer asal Skotlandia itu dilansir dari situs resmi klub. 

"Memang sulit untuk mengatakan bahwa kami kelelahan. Anda bisa lihat usaha kami di 30 menit terakhir, betul-betul luar biasa. Mereka terus berlari dan menunjukkan usaha terbaik, namun kami tidak pernah bermain sebelum kebobolan."

Ferguson tetap memberikan apresiasi terhadap sejumlah usaha yang dilakukan Wayne Rooney dkk. Ia juga memuji penampilan kiper Wojiech Szczesny yang menggagalkan tendangan Rooney dan Nani. 

"Yang terpenting adalah kami bisa memperbaiki operan dan juga memanfaatkan bola dengan baik, karena tidak melakukan itu dengan baik di babak pertama. Saya pikir kami tampil lebih baik di periode tersebut namun kami gagal menciptakan gol yang kami inginkan."

Arsitek MU sejak 1986 itu menyebut kekalahan timnya akibat faktor luck. Fergie menambahkan satu-satunya kesalahan MU adalah membiarkan posisi Aaron Ramsey cukup bebas sehingga gelandang Arsenal itu bisa mencetak gol. 

"Menurut saya kami tidak beruntung. Arsenal tampil bagus, memainkan sepakbola yang indah, namun mereka tidak pernah terlihat mengancam bakal mencetak gol, jujur saja. Ketika kami melakukan pergantian menarik keluar Anderson, Ji (Park Ji Sung) gagal segera menyesuaikan dengan skema baru. Dia tetap berada di sebelah kiri sehingga membuat Ramsey berdiri bebas untuk mencetak gol. Itulah satu-satunya kelemahan kami--memberikan gol itu."

'Kekalahan MU, Kesempatan untuk Chelsea'



AFP/Carl De Souza Kekalahan Manchester United dari Arsenal membuat persaingan menuju gelar semakin seru. Kini Chelsea pun disebut Sir Alex Ferguson punya peluang besar untuk menyalip mereka di puncak klasemen.

Kemenangan Chelsea atas Tottenham Hotspur kemarin membuat MU harus menang saat melawa ke Emirates Stadium, Minggu (1/5/2011) malam WIB. Perbedaan poin keduanya adalah tiga.

Namun MU akhirnya gagal menang setelah gol tunggal Aaron Ramsey membuat The Red Devils menelan kekalahan keempatnya musim ini.

Maka MU pun gagal melebarkan jarak dengan Chelsea di peringkat kedua dan tetap tiga angka di tiga laga tersisa musim ini. Keduanya pun akan melangsungkan laga penentuan pekan depan di Old Trafford.

Kemenangan 'Si Biru' berarti posisi puncak akan jadi milik mereka, karena mereka akan unggul selisih gol. Hal itulah yang jadi fokus Fergie saat ini mengingat musim lalu pasukan Carlo Ancelotti menang di kandang MU dengan skor 2-1.

"Jelas ini memberi Chelsea peluang sanga besar dan itulah yang terjadi ketika Anda di posisi seperti ini. Mereka menang di Old Trafford musim lalu dan itulah yang kami khawatirkan saat ini," tutur Fergie di Guardian.

"Namun dalam soal kemampuan - sebuah laga di Old Trafford, maka suprter akan siap untuk itu dan begitupun para pemain," sambungnya.

Fergie pun turut mengomentari pernyataan Robin van Persie yang menilai Nemanja Vidic harusnya mendapat kartu merah usai menahan bola dengan tangan. 

Menurut Fergie memang Vidic layak diusir keluar lapangan namun ia pun mempertanyakan pelanggaran Gael Clichy kepada Michael Owen yang harusnya dihadiahi penalti.

"Ini juga adalah laga besar yang di mana kami tidak mendapat keputusan yang benar. Dalam aspek ini semuanya berimbang. Namun saya pikir sulit melihat handball Vidic namun yang terakhir, Gael Clichy. Dia tahu dia melakukan tekel itu," tuntas pria asal Skotlandia.

 
Design by Wordpress Themes | Bloggerized by Free Blogger Templates | Macys Printable Coupons