selamat datang di meteor kazama, informasi sepak bola terkini
Tampilkan postingan dengan label liga spanyol. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label liga spanyol. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Mei 2011

Banjir Kartu, Valencia Ditekuk Osasuna



AFP Valencia membuang poin berharga dalam usaha mengamankan posisi untuk meraih tiket langsung ke Liga Champions. Dalam laga yang membuahkan 11 kartu kuning, El Che dibekuk Osasuna 0-1.

Di Estadio El Sadar, Senin (2/5/2011) dinihari WIB, 'Si Kelelawar' bukan saja dipaksa menelan kekalahan dan kehilangan poin tetapi juga harus rela tujuh pemainnya diacungi kartu kuning.

Laga yang dipimpin wasit Carlos Velasco Carballo itu memang banjir kartu kuning, kendati tidak ada sebiji pun kartu merah yang keluar dari kantongnya.

Setelah berakhir imbang 0-0 di paruh pertama, laga di babak kedua berjalan sengit. Walhasil, tujuh pemain Valencia dan empat pemain Osasuna pun diganjar kartu kuning di periode ini.

Di tengah-tengah banjir kartu itulah gol tunggal dalam laga tercipta. Pada menit 59, kebuntuan pecah setelah sepakan jarak jauh Alvaro Cejudo berakhir di dalam gawang Vicente Guaita Panadero.

Hasil tersebut membawa Osasuna untuk sementara keluar dari zona maut. Osasuna kini menempati posisi 16 dengan satu poin lebih banyak dari Getafe yang berada di posisi teratas zona degradasi, atau posisi 18.

Dengan poin 63, Valencia sementara itu bergeming di peringkat tiga yang menjadi zona terakhir lolos otomatis ke Liga Champions. Valencia sudah dibayangi Villarreal yang menghuni posisi empat dengan selisih tiga poin.

'Kapal Selam Kuning' Terus Menekan 'Kelelawar'



Getty ImagesVillarreal terus memberikan tekanan kepada Valencia dalam perebutan tiket otomatis Liga Champions, menyusul kemenangan 2-1 atas Getafe.

Di Estadio El Madrigal, Senin (2/5/2011) dinihari WIB, 'Kapal Selam Kuning' tertinggal lebih dulu dari Getafe yang menjadi tim tamu.

Pedro Rios menjadi pemain pertama yang memecah kebuntuan di dalam pertandingan, setelah mengirim bola melewati kiper Diego Lopez. Getafe memimpin 1-0.

Butuh 30 menit, yang diselingi jeda turun minum, sebelum Villarreal dapat membalas. Gol penyama kedudukan itu baru lahir pada menit 61 melalui Cani.

Gol pemasti kemenangan tuan rumah akhirnya lahir pada menit 74 lewat Giuseppe Rossi. Villareal pun menang 2-1.

Dengan tambahan tiga poin, Villarreal kini duduk di peringkat empat klasemen sementara La Liga Primera dengan poin 60 dari 34 pertandingan. 

'Si kelelawar' Valencia menghuni satu tangga lebih baik, yakni di posisi tiga--zona terakhir lolos otomatis ke Liga Champions--dengan keunggulan tiga angka dari Villarreal dan sedang melakoni pertandingan jornada 34-nya.

Di pertandingan lainnya, Sevilla memanaskan persaingan memperebutkan tiket langsung ke Liga Europa musim depan dengan kemenangan 1-0 atas Almeria.

Tambahan angka tersebut membawa Sevilla naik ke posisi enam klasemen sementara dengan poin 52, setara dengan Atletico Madrid yang ada di posisi lima. Keduanya sudah memainkan 34 laga.

Mengancam di bawah keduanya adalah Athletic Bilbao yang baru memainkan 33 pertandingan dan sudah mengoleksi 51 poin

Espanyol Tambah Kontrak Pochettino



M.Pochettino (Getty Images)Espanyol puas dengan kinerja yang ditunjukkan oleh pelatih Mauricio Pochettino. Klub berjuluk Los Periquitos itu pun menambah kontrak kerja entrenador asal Argentina tersebut hingga 2014.

September tahun lalu Pochettino menandatangani kontrak bersama Espanyol yang berdurasi hingga 30 Juni 2012. Tidak sampai satu tahun setelahnya, pelatih berusia 39 tahun tersebut kembali menandatangani kontrak baru yang membuat masa tugasnya bersama Espanyol menjadi bertambah lama. 

"RCD Espanyol dan Mauricio Pochettino telah mencapai kesepakatan untuk memperpanjang kontrak pelatih hingga 30 Juni 2014. Beberapa bulan yang lalu, klub dan Pochettino memutuskan untuk memperpanjang kontrak hingga 2012. Kesepakatan itu telah diperkuat lewat kontrak baru ini," demikian keterangan klub yang bermarkas di Estadi Cornella-El Prat tersebut melalui situs resminya. 

Pengumuman tersebut disampaikan Espanyol pada hari Minggu (1/5/2011) waktu setemapt. Bersama Pochettino, klub yang berbasis di Barcelona itu juga memperpanjang kontrak direktur olahraga Ramon Planes dengan durasi yang sama. 

Keputusan Espanyol ini didasari oleh rasa puas mereka terhadap kinerja mantan pemain timnas Argentina itu, yang berhasil mengembangkan tim dengan materi pemain muda. 

"RCD Espanyol sangat bangga dengan kinerja pelatih terkait pemain muda yang diambil dari tim Espanyol dari level yang lebih rendah. Kesepakatan ini adalah hasil rasa puas klub terhadap hal tersebut."

"Pochettino bergabung ketika Espanyol tengah bertarung menghindari degradasi. Secara khusus dia telah memberikan ide bagi klub untuk berubah menjadi modern, serbaguna, dan multipurpose. Dia telah melakukannya." 

"Sejak dia bergabung, tim telah menjadi sangat reguler dan dia telah berani menggunakan pemain muda. Itu sebabnya klub selalu yakin bahwa konsolidasi dari proyek ini akan membawa klub terus berkembang secara konstan kepada hasil dari tim utama." 

Saat masih aktif bermain, Pochettino pernah membela Espanyol tahun 2004 hingga 2006. Kemudian setelah pensiun, ia menukangi Los Periquitos pada Januari 2009. Saat ini Ivan de La Pena dkk berada di papan tengah klasemen sementara La Liga 2010/2011

Salah satu hal yang patut dicatat dari Pochettino adalah ketika dia "menyingkirkan" ikon tim Raul Tamudo di musim 2009/2010, setelah sebelumnya dia terlibat perselisihan dengan striker asal Spanyol tersebut. Tamudo sendiri saat ini memperkuat Real Sociedad.

Krisis Bek Barca Berlanjut



AFP/Ander Gillenea Menjelang sisa musim dan masa-masa krusial di kompetisi La Liga serta Liga Champions, Barcelona malah harus kehilangan satu lagi pemain di sektor pertahanan. Kali ini adalah Gabriel Milito.

Seperti dilansir dari situs resmi klub, Milito menderita cedera saat Barca kalah 1-2 dari Real Sociedad kemarin. Ia digantikan Sergio Busquets di menit ke-77.

Usai laga dilakukan tes dan Milito divonis menderita masalah pada pahanya. Bek internasional Argentina itu pun harus menepi selama empat pekan.

Tak hanya bek muda Barca Martin Montoya pun harus mengalami serupa, setelah tulang selangkanya patah dan harus menepi selama enam pekan.

Cederanya dua bek ini menambah panjang daftar pemain belakang Barca yang berada di ruang perawatan. Sebelumnya sudah ada Eric Abidal, Maxwell dan Adriano.

Padahal Barca masih punya empat laga tersisa di La Liga. Apapun bisa terjadi walaupun Los Cules berada di puncak klasemen dengan selisih delapan poin dari Real Madrid.

Sementara di Liga Champions, bila melaju ke final maka Barca sudah pasti akan mengalami kekurangan stok pemain belakang. Apalagi calon lawannya kemungkinan besar adalah Manchester United.

Kabar gembira untuk Pep Guardiola adalah Andres Iniesta yang absen di dua laga terakhir karena cedera paha, sudah kembali berlatih hari ini.

Sabtu, 30 April 2011

Barca Bisa Juara Pekan Depan



Getty Images Barcelona menelan kekalahan mengejutkan saat ditundukkan Real Sociedad. Namun karena Real Madrid juga tunduk, dengan beberapa kondisi The Catalans bisa memastikan didapatnya gelar juara pekan depan.

Barca punya peluang menjauhkan jaraknya, yang berarti semakin dekat dengan gelar juara, setelah Madrid takluk di kandang sendiri oleh Real Zaragoza. Namun kejutan ternyata juga menghampiri The Catalans karena mereka pulang dengan tangan kosong usai dikalahkan Real Sociedad 1-2.

Dua hasil tersebut membuat selisih poin Barca dan Madrid masih bertahan di angka delapan. Sementara musim ini tinggal ada empat pertandingan tersisa yang harus dijalani.

Dengan kondisi tersebut Barcelona bisa memastikan mempertahankan gelar juara di laga ke-35 pada Minggu (8/5/2011) pekan depan. Syaratnya adalah El Barca menang dalam laga derby kontra Espanyol sementara El Real paling tidak cuma bermain imbang saat melawat ke Sevilla.

Jika skenario tersebut terjadi maka Xavi Hernandez cs akan punya poin 91 dan Iker Casillas dkk punya koleksi angka 81. Dengan hanya ada tiga pertandingan tersisa setelahnya, Madrid dipastikan tak akan bisa mengejar ketinggalan 10 poin.

Di pertandingan pertama awal musim ini, Barcelona berhasil mempermalukan Espanyol dengan skor telak 1-5. Sementara Real Madrid juga menang 1-0 atas Sevilla di Santiago Bernabeu.

Guardiola: Ini Pelajaran Buat Barcelona



Getty ImagesJosep Guardiola menolak anggapan kalau Barcelona terlalu percaya diri saat ditundukkan Real Sociedad. Yang jelas, kekalahan tersebut disebutnya sebagai pelajaran penting buat Xavi Hernandez dkk.

Dengan Real Madrid lebih dulu bertanding dan menelan kekalahan, Barcelona punya peluang besar untuk semakin melebarkan jarak di puncak klasemen. Meski mampu unggul lebih dahulu, Barcelona justru menelan kekalahan mengejutkan dengan skor 1-2.

Kekalahan kedua sepanjang musim 2010/11 ini membuat Barcelona harus akan menunggu lebih lama lagi sebelum bisa menyegel titel juara. Guardiola jelas kecewa, namun dia menyebut hasil yang baru didapat menunjukkan kalau Barcelona masih punya banyak untuk dipelajari.

"Apa yang terjadi hari ini adalah pelajaran yang hebat. Kami memiliki tim yang bisa menang dan kalah. Kami datang dalam kondisi sulit. Di babak kedua kami tak pernah benar-benar bisa menguasai pertandingan tapi saya tak akan menyalahkan tim," sahut Guardiola di Marca.

Barca tidak turun dengan tim terbaiknya dalam laga tersebut. Victor Valdez dan Carles Puyol tak diturunkan oleh Guardiola, pun begitu dengan David Villa di lini depan. Pep justru menurunkan beberapa pemain muda seperti Martin Montoya (20 tahun) Andreu Fontas (21) serta Thiago (21).

"Kami kalah bukan karena terlalu percaya diri. Kami kalah karena menghadapi tim yang bermain untuk hidup mereka," tuntas Guardiola menyanjung Sociedad.

Madrid Kalah karena Mourinho Gagal Motivasi Pemain



Getty ImagesDalam upaya mengejar Barcelona dan bermain di kandang sendiri, Real Madrid malah takluk atas Real Zaragoza. Jose Mourinho mengakui hasil tersebut adalah kesalahannya karena tak mampu memotivasi pemain.

Madrid lebih dulu tertinggal 0-2 saat menjamu Zaragoza di pekan 35 Liga Spanyol. Meski sempat memperkecil ketinggalan, Los Merengues kemudian harus menerima kenyataan takluk dengan skor 2-3.

Kekalahan tersebut terjadi hanya beberapa hari setelah Iker Casillas cs juga tunduk atas Barcelona. Di tempat yang sama dalam ajang Liga Champions, El Real kalah 0-2 lewat gol yang diborong Lionel Messi.

Diakui Mourinho, salah satu penyebab kekalahan yang diderita Madrid adalah kegagalan dia membangkitkan motivasi pemain. Padahal Madrid membutuhkan itu terutama di paruh pertama.

"Pelatih tak mampu memotivasi pemain, yang tidak bermain bagus terutama di babak pertama. Kami memberi tiga gol pada lawan kami. Kami memberikan tiga gol pada lawan sebelum kami berkembang di babak kedua," ungkap Mourinho usai pertandingan.

Mourinho sendiri tak menurunkan tim terbaiknya dalam laga tersebut, termasuk Cristiano Ronaldo yang terlihat bersama sang kekasih di tribun khusus Santiago Bernebeu. 

"Pada dasarnya tim ini sama seperti yang seting dimainkan dalam laga sulit, seperti saat menghadapi (Athletic) Bilbao dan Valencia, di mana pada pertandingan itu kami bisa menang. Absennya Cristiano kerena keputusan saya. Kami memiliki Gonzalo dan Higuain yang siap dan ingin bermain, kami punya Adebayor di bangku cadangan, dan itu adalah keputusannya sendiri."

"Lawan kami berjuang dengan keras. Poin ini membuat mereka dipastikan bertahan di Li Liga. Saat dalam posisi memimpin mereka menutup semuanya dan kami bermain menghadapi waktu dan sedikit keberuntungan," tuntas Mourinho di Marca.

Barca Tumbang di Kandang Sociedad



AFP/Ander GilleneaBarcelona gagal memaksimalkan momen kekalahan Real Madrid dari Real Zaragoza. Meski sempat unggul, El Barca akhirnya kalah dengan skor 1-2 dari tuan rumah Real Sociedad.

Dalam pertandingan di Anoeta, Minggu (1/5/2011) dinihari WIB, Barca menurunkan beberapa pemain mudanya. Martin Montoya, Fontas, Thiago Alcantara, dan Jeffren Suarez diberi kepercayaan menjadi starter.

Barca menutup babak pertama dengan keunggulan satu gol. Thiago mencetak gol keduanya di Liga Spanyol musim ini.

Pada babak kedua, Sociedad bangkit dan mampu membalikkan keadaan. Mereka mencetak dua gol lewat Diego Ifran dan penalti Xabi Prieto.

Kekalahan ini tak mengubah posisi anak buah Pep Guardiola di puncak klasemen sementara Liga Spanyol dengan 88 poin dari 34 laga. Namun, mereka gagal melebarkan jarak delapan poin dengan Madrid yang beberapa saat lalu kalah dari Zaragoza. Sementara Sociedad naik ke peringkat ke-12 dengan 41 poin.

Jalannya pertandingan

Lionel Messi mengancam saat laga berjalan empat menit. Sundulan Seydou Keita dia teruskan dengan tendangan voli dari luar kotak penalti. Namun, bola belum mengarah ke gawang.

Gawang Barca nyaris bobol pada menit ke-15. Mendapat umpan dari Antoine Griezmann, Raul Tamudo melepaskan tembakan dari jarak dekat sambil menjatuhkan diri. Hasilnya? Masih tipis di samping gawang.

Thiago Alcantara membawa Barca unggul pada menit ke-29. Memanfaatkan operan Messi, pemain 20 tahun ini mencungkil bola belawati kiper Sociedad, Claudio Bravo. Kedudukan 1-0 untuk keunggulan Barca bertahan hingga babak pertama usai.

Pada awal babak kedua, Barca mencoba menambah gol. Tendangan bebas Messi pada menit ke-51 masih mudah dijinakkan oleh Bravo.

Sociedad tak mau menyerah begitu saja. Upaya mereka mencari gol penyama masih kandas pada menit ke-61 setelah tembakan Tamudo dari depan kotak penalti bisa digagalkan Jose Pinto dengan kakinya.

Barca mendapat peluang bagus beberapa menit kemudian. Dari sebuah serangan balik, Messi menyodorkan bola kepada Jeffren Suarez. Sial bagi Jeffren, sepakannya masih bisa dibendung oleh Bravo.

Usaha keras Sociedad untuk menyamakan kedudukan membuahkan hasil pada menit ke-71. Memanfaatkan umpan Vadim Demidov, Diego Ifran yang baru dua menit berada di lapangan menyontek bola melawati hadangan Pinto. Skor sama kuat 1-1.

Barca sempat mencetak gol pada menit ke-77 lewat sundulan Gabriel Milito. Namun, wasit menganulirnya karena Milito sudah dalam posisi offside.

Petaka untuk tim tamu terjadi lima menit kemudian. Pelanggaran Javier Mascherano terhadap David Zurutuza di area terlarang berbuah tendangan 12 pas untuk Sociedad. Xabi Prieto maju sebagai algojo dan berhasil menaklukkan Pinto. 

Kedudukan 2-1 bertahan hingga laga usai. Barca menelan kekalahan keduanya pada musim ini.

Susunan pemain:
REAL SOCIEDAD: Bravo; Carlos Martinez, Gonzalez, Demidov, Estrada; Rivas (Zurutuza 69'), Markel Bergara (Urkola 89'), Griezmann, Aranburu; Xabi Prieto, Tamudo (Ifran 69')

BARCELONA: Pinto; Montoya (Alves 14'), Pique (Mascherano 63'), Milito (Busquets 77'), Fontas; Keita, Xavi, Thiago; Jeffren, Messi, Afellay

Madrid Dipermalukan Zaragoza



Reuters/Andrea Comas Real Madrid mendapat pukulan telak dalam upayanya mengejar Barcelona. Los Blancos menyerah 2-3 dalam laga kandang kontra Real Zaragoza dan gagal memangkas jarak dengan Barca.

Dalam pertandingan di Santiago Bernabeu, Sabtu (30/4/2011), Madrid memainkan sejumlah pemain pelapisnya sebagai starter. Nacho, Ezequiel Garay, Sergio Canales, dan Esteban Granero dipercaya tampil sejak menit awal.

Madrid tampil dominan dalam laga ini. Meski banyak menguasai bola, mereka menutup babak pertama dengan ketinggalan satu gol setelah Angel Lafita menjebol gawang Iker Casillas.

Pada babak kedua, Madrid dan Zaragoza sama-sama berhasil melesakkan dua gol. Dua gol Madrid dicetak Sergio Ramos dan Karim Benzema, sementara Lafita dan Gabi jadi pencetak gol Zaragoza. Alhasil, skor akhir 3-2 untuk kemenangan tim tamu.

Hasil ini makin menyulitkan usaha Madrid untuk mengejar Barcelona. Madrid masih di peringkat kedua klasemen sementara Liga Spanyol dengan 80 poin dari 34 laga dan tertinggal delapan poin dari Barca. Barca berpeluang untuk melebarkan jarak karena mereka baru akan bertanding melawan Real Sociedad beberapa saat lagi. Sementara Zaragoza di peringkat ke-12 dengan 39 poin.

Jalannya pertandingan

Madrid mengancam pada menit ke-17. Tendangan keras Kaka dari luar kotak penalti masih melebar di samping kanan gawang Zaragoza.

Sepuluh menit kemudian, Zaragoza mendapatkan peluang lagi. Namun, sepakan Leonardo Ponzio dari luar kotak penalti belum mengarah ke gawang.

Blunder Iker Casillas membuat Zaragoza berhasil unggul pada menit ke-41. Bermaksud membuang bola hasil umpan terobosan Jorge Lopez, tendangan kiper nomor satu Spanyol itu hanya menerpa angin. Bola yang terus melaju pun berhasil dikejar oleh Uche dan diumpankan ke Angel Lafita. Tanpa kesulitan, Lafita melesakkan bola ke gawang yang tak terjaga.

Skor 0-1 untuk tim tamu bertahan hingga turun minum.

Alih-alih menyamakan kedudukan, Los Merengues malah kebobolan lagi pada menit ke-54. Pelanggaran Ricardo Carvalho terhadap Lafita di area terlarang berbuah penalti untuk tim tamu. Gabi yang jadi eksekutor menuntaskan tugasnya tanpa cacat.

Madrid mencoba memangkas ketertinggalan tiga menit kemudian. Namun, tembakan Angel Di Maria dari luar kotak penalti masih melebar.

Usaha Kaka pada menit ke-60 juga belum membuahkan hasil. Tendangan jarak jauh pemain Brasil ini tak menemui sasaran.

Sergio Ramos menghidupkan asa Madrid dua menit kemudian. Memanfaatkan sepak pojok Mesut Oezil, sundulannya berhasil menjebol gawang Antonio Doblas dan membuat kedudukan menjadi 1-2.

Pada menit ke-64, Madrid mengajukan klaim penalti setelah Kaka dilanggar Maurizio Lanzaro di area penalti. Namun, wasit Miguel Angel Ayza Gamez tak mengabulkannya.

Pertandingan memasuki menit ke-69 saat usaha Karim Benzema untuk menyamakan kedudukan masih gagal. Tendangan voli Benzema meneruskan umpan lambung Di Maria masih menghantam mistar.

Lafita benar-benar jadi mimpi buruk buat Madrid setelah dia mencetak gol keduanya pada menit ke-77. Dari sebuah serangan balik, dia menggiring bola sendirian dan langsung berhadapan dengan Casillas. Tanpa kesulitan, pemain bernomor punggung 17 ini menaklukkan Casillas dan mengubah kedudukan menjadi 3-1.

Benzema sempat menipiskan ketertinggalan Madrid menjadi 2-3 pada menit ke-85. Meneruskan umpan Gonzalo Higuain, tembakan datarnya tak mampu diantisipasi Doblas.

Madrid harus mengakhiri laga dengan sepuluh pemain. Carvalho diusir ke luar lapangan empat menit jelang bubaran karena menerima kartu kuning kedua.

Hingga laga berakhir, Madrid gagal menyamakan kedudukan dan tetap kalah dengan skor 2-3.

Susunan pemain:
REAL MADRID: Casillas, Ramos, Garay, Carvalho, Nacho (Marcelo 53'), Pepe, Granero (Oezil 60'), Kaka, Canales (Di Maria 53'), Higuain, Benzema

ZARAGOZA: Doblas, Diogo, Jarosik, Lanzaro (Pinter 65'), Silva, Obradovic (Paredes 45'), Lopez, Ponzio, Gabi, Lafita (N'Daw 89'), Uche

Jumat, 29 April 2011

Jelang Real Sociedad vs Barcelona - Sociedad Siap Bermain Seperti Real Madrid



Getty Images Real Sociedad masih belum aman dari zona degradasi. Itu artinya poin penuh harus mereka raih di laga tersisa musim ini. Menghadapi Barcelona akhir pekan ini, Sociedad pun siap bermain seperti Real Madrid. 

Sociedad saat ini memang berada di papan tengah klasemen sementara dengan poin 38. Meksi begitu posisi klub berjuluk Txuri-urdin itu hanya terpaut tiga angka saja dari zona merah. Itu sebabnya tim besutan Martin Lasarte harus menuai poin penuh di sisa pertandingan yang ada. 

Akhir pekan ini Sociedad kedatangan Barcelona. Tuan rumah berusaha memanfaatkan konsentrasi tim tamu yang juga masih harus tampil di semifinal leg II Liga Champions pada tengah pekan mendatang. 

"Bila ada waktu yang bagus untuk menghadapi Barca, itu adalah saat ini. Saya yakin dengan bantuan fans, kami bisa mendapatkan sesuatu," ujar pemain Sociedad Antoine Griezmann seperti dikutip dari Fox Sports. 

Demi meraih poin penuh, Griezmann mengatakan timnya harus bermain seperti Real Madrid. "Kami harus bermain dengan serangan balik, seperti halnya Real Madrid. Kami juga harus tampil tanpa rasa takut, kuat di pertahanan, dan mengkreasi kesempatan ketika menguasai bola," tuntas winger asal Prancis itu. 

Sejarah menunjukkan laga di Stadion Atoxa yang kini sudah bernama Anoeta selalu berlangsung sulit bagi Barcelona. "Dalam 63 pertandingan antara Real Sociedad dan Barcelona di wilayah Basque itu, Barca hanya menang 17 kali, kalah 24 kali, dan 22 laga berakhir imbang. Real Sociedad mencetak 89 gol dan Barca 85," demikian keterangan yang tertulis di situs resmi Barca.

Barca Tujuh Poin Menuju Juara



Getty Images Pelatih Barcelona Josep Guardiola menilai secara matematis timnya memerlukan tujuh poin lagi untuk merengkuh gelar juara La Liga. Ia meminta anak buahnya untuk fokus di pertandingan tersisa. 

Barcelona saat in i memimpin klasemen sementara Liga Spanyol dengan nilai 88 atau unggul delapan angka dari peringkat kedua Real Madrid. Kompetisi La Liga sendiri menyisakan lima pertandingan lagi. 

"Secara matematis kami perlu tujuh poin lagi untuk menuju titel juara liga dan setiap kemenangan merupakan langkah besar bagi kami," ujar pelatih Azulgrana Josep Guardiola seperti dikutip dari situs resmi klub. 

Dengan tujuh poin tambahan, maka nilai Barca akan menjadi 95. Poin Real Madrid pun bisa menyamai rivalnya itu bila memenangi seluruh laga tersisa. Namun secara head-to-head, Blaugrana unggul atas Los Merengues. 

Barca bakal mengawali perjuangan meraih poin demi poin untuk menuju juara akhir pekan ini dengan menghadapi Real Sociedad. Untuk pertandingan ini Guardiola bakal mengistirahatkan Carles Puyol. Sementara Lionel Messi juga masih menunggu kondisinya. 

Meski begitu Guardiola tetap menegaskan agar timnya bermain serius meski laga ini hanya sekitar tiga hari sebelum semifinal leg kedua Liga Champions menghadapi Madrid.  "Kami akan melihat hari Sabtu besok dan melakukan evaluasi. Namun saya ingin mengingatkan kepada pemain untuk tidak berubah pandangan karena ada sesuatu lain yang harus kami lakukan di waktu berikutnya," ujar pria yang pernah menjadi pemain Barca di era 1990-an itu. 

"Real Sociedad merupakan tim yang penuh antusiasme dan kuat. Mereka bekerja dengan baik lewat sayap. Striker mereka Raul Tamudo selalu mencetak gol dan mereka memiliki pemain-pemain lokal yang bertekad memastikan Sociedad tetap berada di divisi teratas Liga Spanyol."

Ronaldo Diparkir Mourinho Akhir Pekan ini



Getty ImagesTop skorer Real Madrid musim ini, Cristiano Ronaldo, akan diparkir pelatih Jose Mourinho untuk pertandingan Real Madrid di Liga Spanyol akhir pekan ini, bersama Xabi Alonso dan Lassana Diarra.

Kebijakan itu diambil Mourinho untuk menyimpan tenaga mereka demi misi sangat berat di leg kedua semifinal Liga Champions pekan depan, setelah El Real kalah 0-2 dari Barcelona di kandang sendiri dua hari lalu.

Selain tiga nama di atas, gelandang Jerman Sami Khedira dan midfielder Argentina Fernando Gago juga takkan main melawan Real Sociedad di Santiago bernabeu, Sabtu (30/4/2011), karena masih cedera.

Ronaldo, yang sejauh ini sudah menghasilkan 42 gol untuk Los Blancos di semua kompetisi, sempat sedikit mengeluhkan taktik bertahan timnya saat menghadapi Barcelona di semifinal pertama Liga Champions.

"Aku tidak suka, tapi aku harus beradaptasi dengan itu karena aku memang harus begitu," tuturnya seusai pertandingan.

Menanggapi reaksi seperti itu, Mourinho terkesan tidak terlalu memusingkan ucapan anak buahnya itu. "Dia boleh mengatakan apa saja yang dia mau. Itu 'kan pendapat dia. Aku tidak ada masalah dengan itu," tukas Mourinho dalam jumpa pers hari ini, Jumat (29/4), yang dimuat dalam situs resmi Madrid.

Madrid masih tertinggal delapan poin dari Barca dalam perebutan gelar La Liga, sedangkan kompetisi tersisa lima pekan lagi. Jika tak terbendung lagi, Barca akan mencatat hat-trick juara domestik.

Minggu, 24 April 2011

Sevilla Menang Tipis Atas Villarreal



AFP/Cristina Quicler Sevilla meraih kemenangan tipis ketika berhadapan Villarreal di kandang sendiri. Meski didominasi tim tamu, Sevilla akhirnya mampu meraih kemenangan 3-2.

Laga di Ramon Sanchez Pizjuan ini, Senin (25/4/2011) dinihari WIB, sebenarnya lebih condong ke arah Villarreal jika melihat catatan statistik. Tim tamu memenangi penguasaan bola dengan perbandingan 52:48 dan melepaskan lebih banyak tembakan.

Villarreal menorehkan 19 tembakan (7 on target) sepanjang pertandingan. Jumlah tersebut melebihi catatan Sevilla yang hanya 9 tembakan (3 on taerget).

Kendati demikian, Sevilla lebih dulu unggul di menit sembilan ketika sepakan kaki kanan Ivan Rakitic mengarah tepat ke pojok atas gawang Villarreal. Alvaro Negredo kemudian memperbesar keunggulan menjadi 2-0 di menit 14lewat sebuah sepakan yang memanfaatkan umpan terobosan Diego Perotti.

Villarreal sempat mempertipis ketertinggalan menjadi 1-2 di menit 56. Gol tim berjuluk ' Si Kapal Selam Kuning' ini diciptakan oleh Carlos Marchena usai memanfaatkan umpan dari Jose Manuel Catala.

Tapi, Sevilla langsung menjauh lagi enam menit setelah gol Marchena. Kali ini, sundulan Negerdo dilanjutkan Ndri Romaric dengan sebuah tendangan kaki kiri terarah. Diego Lopez pun kembali memungut bola dari dalam gawangnya.

Giuseppe Rossi akhirnya hanya mampu membuat kedudukan menjadi tipis 2-3 di menit 73. Sampai akhir pertandingan, skor untuk kemenangan Sevilla tersewbut tetap tak berubah,

Akibat kekalahan ini, posisi Villarreal tetap belum eranjak dari urutan empat klasemen dengan nilai 57. Sedangkan Sevilla memperbaiki posisi dengan naik ke posisi enam dengan koleksi nilai 49.

Istri Kaka Lahirkan Anak Kedua



ist. Kaka tengah bersuka cita setelah mencetak dua gol buat Real Madrid. Di kampung halamannya Jauh di Brasil, ada kabar lain yang lebih menggembirakan saat istrinya melahirkan anak kedua mereka.

Kaka terpaksa tidak mendampingi istrinya, Caroline Celico Leite, yang melahirkan anak kedua mereka pada Minggu (24/4/2011) sekitar pukul 08.00 WIB. Pesepakbola asal Brasil itu harus membela El Real menghadapi Valencia, di mana mereka menang 6-3 dan Kaka ikut menyumbang dua gol.

Kabar kelahiran anak kedua Kaka muncul dalam akun Twitter Caroline. Setelah mendapat anak laki-laki di kelahiran pertama, anak kedua pasangan yang menikah di tahun 2005 itu berjenis kelamin perempuan dan diberi nama Isabella.

Dikutip dari CanadianPress, Isabella lahir dalam keadaan sehat dengan bobot sekitar 3,2 kg dan panjang 48 centimeter. Sementara anak pertama Kaka-Caroline saat ini sudah berusia 3 tahun.

Meski saat bertanding Kaka belum mendapat kabar kelahiran anak keduanya, mantan pemain terbaik dunia itu melakukan selebrasi dengan cara yang berbeda. Dia memasukkan bola ke dalam jersey-nya sebagai tanda kehamilan dan kedatangan anak kedua.

Selasa, 19 April 2011

Jelang Final Copa del Rey - Puyol Dipastikan Fit



AFP/Dominique Faget Barcelona mendapat kabar baik terkait kondisi sang kapten Carles Puyol. Dipastikan Puyol bisa memperkuat Azulgrana dalam laga final Copa Del Rey dinihari nanti.

Puyol yang sudah lama menghilang sejak akhir Januari lalu akibat cedera lutus sebenarnya sudah bermain pada El Clasico akhir pekan lalu. Namun ia harus ditarik keluar pada menit ke-58 karena cedera paha.

Pada perkembangannya Puyol pun diragukan bakal bermain karena ia sudah melewatkan sesi latihan tim, Selasa (19/4/2011) waktu setempat.

Namun setelah melewati tes dokter tim Puyol serta Barca mendapat angin segar ketika bek berusia 32 tahun itu dinyatakan sudah sehat dan bisa bermain di Final Copa del Ray, Mestalla, Kamis (21/4/2011) dinihari WIB nanti.

"Pada akhirnya dapat dikonfirmasi jika Kapten Barca (Puyol) bisa dimainkan oleh (pelatih) Josep Guardiola," demikian pernyataan Barca di situs resminya yang dilansir Reuters.

Hadirnya Puyol pun bisa memompa semangat para punggawa Los Cules, sebab jika pesepakbola berambut gimbal itu ada di lapangan, Barca hanya kalah sekali musim ini saat takluk 0-2 dari Hercules di pekan kedua La Liga.

Jelang Final Copa del Rey - Mourinho: Madrid Kalah, Hidup Terus Berjalan



Reuters Jose Mourinho menyebut peluang Real Madrid dan Barcelona memenangi Copa del Rey 50:50. Kalau ternyata nantinya El Real yang bertekuk lutut, pelatih Portugal itu menyebut hal terebut bukan bencana besar.

Madrid dan Barcelona akan saling berhadapan untuk kali ketiga sepanjang musim ini di final Copa del Rey. Laga akan digelar di tempat netral yakni Stadion Mestalla, kandang Valencia, Kamis (21/4/2011) dinihari WIB.

Di dua pertemuan sebelumnya Barcelona lebih unggul. Setelah menang 5-0 di Camp Nou, The Catalans memaksa Los Merengues puas dengan skor 1-1 dalam laga di Santiago Bernabeu.

Terkait laga yang akan dilangsungkan Kamis (21/4/2011) dinihari WIB tersebut Mourinho menyebut kalau kedua tim punya kans menang sama besar. Berdasarkan pengalamannya menjalani belasan laga final, Mourinho menyebut kalau segala hal mungkin terjadi di final.

"Tak ada favorit, kedua tim punya peluang menang yang sama dan saya harap segalanya berjalan normal sampai akhir. Saya sudah memainkan banyak final menghadapi tim dengan level lebih rendah di mana laga berjalan seimbang dan hal yang sama terjadi saat menghadapi lawan dengan level lebih tinggi," sahut Mourinho di AS.

Final Copa del Rey menjadi peluang pertama Mourinho memberi gelar buat Madrid setelah didatangkan di awal musim ini. Saat ditanya wartawan soal target memetik kemenangan, Mourinho menyebut kalau sejak awal manajemen Madrid tak menyinggung soal didapatnya gelar.

"Saat saya pertama kali berbicara dengan presiden dia tak meminta apapun pada saya kecuali kerja keras dengan kejujuran, dedikasi dan profesionalisme. Jika kami menang besok itu bagus. Jika tidak, hidup terus berjalan."

"Tak ada yang tahu apa hasil pertandingan besok. Kita harus menunggu hingga pertandingan baru kemudian mengeluarkan komentar. Kita juga akan melihat pertandingan Liga Champions. Anda semua (wartawan) punya kejujuran untuk membuat prediksi-prediksi. Sepanjang karir saya orang-orang medioker berpikiran kecil selalu mengkritik saya dan hidup terus berjalan," tuntas Mourinho menyindir kritik yang datang padanya setelah hasil imbang di Santiago Bernabeu.

Dari Madrid untuk Barca: Sampai Jumpa di Cibeles!



(youtube) Sebuah bola ditendang oleh para pemain Real Madrid untuk punggawa-punggawa Barcelona. Di atas bola itu tertulis sebuah pesan berantai yang kalau dibaca berbunyi: "Nos vemos en Cibeles!" (Sampai Jumpa di Cibeles!).

Dari pesannya sudah jelas apa yang dimaksud Madrid. Mereka menanti Barca dalam "perang" memperebutkan trofi Copa del Rey musim ini di Cibeles. Cerita tentang "surat undangan" El Real kepada El Barca ini sendiri tertuang dalam iklan terbaru Adidas yang khusus dibuat untuk menyambut duel tersebut.

Tapi, jangan harap ada muka garang, tensi tinggi atau suasana tegang dalam iklan tersebut. Kendati persaingan Madrid dan Barca selalu panas, para pemain dari kedua klub yang tampil dalam iklan tersebut adem-adem saja. Seperti menggambarkan bahwa mereka rileks tapi fokus sebelum laga sesungguhnya digelar.

Iklan berdurasi 1 menit dan 18 detik itu dimulai dengan seorang pria berbaju merah berdiri di atas sebuah gedung. Ia menatap Santiago Bernabeu yang ada di depannya, menuliskan sebuah pesan di atas bola, sebelum akhirnya menendang bola itu entah ke mana. Pria itu adalah Xabi Alonso.

Bola yang ditendang Xabi melaju melintasi kota Madrid dan akhirnya mendarat jatuh di tangan Dani Alves, yang tengah duduk-duduk santai bersama David Villa dan Xavi Hernandez. Alves membaca pesan yang dituliskan Xabi: "Hala Madrid!". Balasan pun langsung dikirimkan olehnya.

Bola yang ditendang Alves kembali melintasi kota sebelum akhirnya jatuh di tangan Sergio Canales, yang tengah berlatih besama Alvaro Arbeloa dan Esteban Granero. Kali ini sebuah pesan dalam bahasa Catalan tertulis di atas bola tersebut: "Visca El Barca!" (Long Live El Barca!). Tentu tak seru kalau ketiganya tak memberikan balasan.

Maka sang bola pun ditendang lagi. Kali ini sampai ke sebuah gym di mana Xavi dan Villa tengah berlatih di atas treadmill. Trio Canales, Arbeloa dan Granero menuliskan pesan yang tak kalah membanggakan diri sendiri dari pesan sebelumnya: "Leyenda Blanca!" (White Legend!).

Selesai? Belum. Bola kembali ditendang ke sana-ke mari sampai mengganggu Granero yang tengah melakukan konferensi pers dan Alves yang sedang bermain gim Playstation. Alves sampai kesal karena bola tersebut menyebabkan gawang timnya kebobolan di dalam gim.

Setelah saling bertukar pesan, bola tersebut akhirnya jatuh di kaki Angel Di Maria. Gelandang muda ini kemudian tersenyum dan kembali menuliskan pesan di atas bola, sebelum menendangnya jauh-jauh lagi.

Pesan terakhir ini diterima oleh Lionel Messi, yang juga merupakan rekan tim nasional Di Maria di Argentina. Messi yang tengah berada di sebuah toko, yang terletak di kota Madrid, hanya tersenyum melihat pesan di atas bola itu.

Pesan itu berbunyi: "Nos vemos en Cibeles!".

 
Design by Wordpress Themes | Bloggerized by Free Blogger Templates | Macys Printable Coupons