selamat datang di meteor kazama, informasi sepak bola terkini
Tampilkan postingan dengan label liga italia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label liga italia. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Mei 2011

Moratti: Tak Ada Kontak dengan Mourinho & Tevez



Getty Images/Vittorio Zunino Celotto Jelang akhir musim ini Inter Milan terus dikaitkan dengan Jose Mourinho dan Carlos Tevez. Terkait rumor itu, Massimo Moratti menegaskan dua nama itu tak masuk dalam rencana Nerazzurri musim depan.

Menurunnya performa Inter musim ini setelah merebut treble winners musim lalu membuat isu perombakan besar-besaran skuad kencang berhembus di media.

Disebutkan pilar-pilar penting seperti Maicon, Diego Milito dan Christian Chivu akan dilepas ke klub. Dana penjualan tentunya digunakan untuk membeli pemain baru.

Hal yang mana Moratti akui ia sudah mendengar pemberitaan seperti itu. Hasrat belanja memang ada namun bukan berarti merombak tim secara menyeluruh.

"Aku mendengar banyak cerita jika kami akan menjual pemain besar setiap musim panas. Namun Inter mempunyai skuad kuat dan akan menyedihkan jika harus merombaknya," jelas Moratti di Football Italia.

"Kami akan melihat apa yang bisa kami lakukan dalam bursa transfer nanti. Kami ingin melakukan penyegaran pada skuad namun ini bukan akhir dari era Inter," sambungnya.

Di antara nama-nama yang dikaitkan dengan Inter, muncul penyerang Manchester City Tevez dan eks pelatih Inter Jose Mourinho.

Khusus untuk Mourinho, Inter dikaitkan akan menarik dirinya kembali dari Real Madrid setelah keduanya mengalami musim yang tak baik tahun ini. Sementara Tevez diperuntukkan untuk regenerasi di lini depan.

"Aku belum mendengar apapun dari Mourinho dan dia saat ini bekerja untuk Real Madrid," ungkap taipan Minyak itu.

"Tevez? Aku melihat di televisi dia sedang berada di Milan. Namun tidak ada pembicaraan apapun di antara kami," tuntas Moratti.

Minggu, 01 Mei 2011

Totti Belumlah Habis



Getty Images/Giuseppe BelliniDua golnya saat AS Roma menekuk Bari membuat Francesco Totti masuk ke lima besar pencetak gol terbanyak Seri A. Ini membuktikan masa Totti di Giallorossi belum habis dan masih bisa bersaing.

Cedera dan inkonsistensi penampilan sempat membuat nama Totti tenggelam di awal musim ini. Seiring itu performa Roma di tahun ini menurun dan terjadi pergantian pelatih, dari Claudio Ranieri ke Vincenzo Montella.

Namun perlahan tapi pasti Totti kembali menemukan sentuhannya saat Montella datang ke Trigoria, markas Roma. Kini capaian pribadi sudah ditorehkan penyerang 34 tahunnya.

Membawa Roma comeback dari ketertinggalan saat melawan Bari, sumbangsih dua gol Totti membuat Il Lupi menang 3-2. Totti bahkan nyaris mencetak hat-trick andai penaltinya tak membentur tiang.

Gol ke-206 Totti selama 18 tahun karirnya di Seri A. Ia pun resmi menggeser Roberto Baggio di posisi ke-5 pencetak gol terbanyak Seri A. Totti masih berjarak 68 gol dari Silvio Piola di urutan pertama.

Totti pun jadi pemain Seri A aktif tersubur karena di bawahnya ada nama Alessandro Del Piero di posisi ke-9 dengan 184 gol dan Filippo Inzaghi  di posisi 18 dengan 155 gol.

"Aku tahu apa yang bisa kuberikan dan itu tidak akan pernah hilang," sahut Totti yang usai pertandingan menggunakan kaos bertuliskan 'Raja Roma Belumlah Mati'.

"Aku senang bisa mencapai rekor lain lagi dan beharapa bisa terus di level seperti ini. Sungguh memalukan penalti keduaku gagal di mana aku ingin menyenangkan musim ini," sambungnya.

"Lalu dengan kekuatan, semangat dan determinasi, tim akhirnya bisa berlaik memenangi pertandingan. Kami bereaksi layaknya tim papan atas," ungkap suami Ilary Blasi itu.

Kemenangan ini membuat Roma  tetap memelihara peluang ke Liga Champions musim depan. Saat ini Roma ada di urutan ke-5 dengan 59 poin, selisih satu poin dengan Lazio, yang baru bertanding malam nanti kontra Juventus.

"Jika kami hanya imbang tadi maka musnalah harapan untuk posisi keempat. Kini kami hanya tertinggal satu poin di belakang Lazio dan dapat menekan mereka. Kini semua tergantung mereka apakah bisa tampil hebat melawan Juventus Senin malam nanti."

"Ketika Anda tidak meraih hal baik di dalam lapangan lalu Anda bereaksi dan cepat bertindak. Skuad ini tetap bersatu, tangguh dan mau membuktikan jika kami masih ada," tutup Totti di Football Italia.

'Milan Idiot Jika Membiarkan Scudetto Lepas'



Getty Images AC Milan tinggal berjarak satu poin dari Scudetto. Maka akan bodoh jika Rossoneri pada akhirnya membiarkan gelar itu melayang.

Kemenangan 1-0 atas Bologna, Minggu (1/5/2011) malam WIB, di giornata 35 membawa Milan tinggal selangkah lagi untuk memastikan gelar juara Seri A musim ini.

Cukup dengan satu poin, untuk membuat poin Milan menjadi 78--poin maksimal Inter Milan sang pengejar terdekat yang sudah kalah head to head--dari tiga laga sisa maka predikat Raja Seri A akan disandang Rossoneri.

Meski begitu, tetap saja ada kemungkinan gelar bisa menguap jika dari ketiga laga tersebut Milan tidak kuasa meraup satu poin pun. Maka gelandang senior Milan Massimo Ambrosini pun memberikan peringatan kepada timnya.

"Kami akan jadi idiot jika membiarkan Scudetto ini nanti lepas dari genggaman kami," seru Ambrosini di Football Italia.

"Hari ini kami sudah membuat langkah penting dan sekarang harus tetap berkonsentrasi. Kami hanya harus menunggu dan mengambil kesempatan yang ada," tegasnya.

Di tiga laga sisa, Milan berturut-turut akan dijamu AS Roma, kedatangan Cagliari dan terakhir melawat ke markas Udinese di Friuli.

Tiga Kartu Merah, Roma Atasi Bari



Getty ImagesRoma mengatasi tuan rumah Bari 3-2. Pertandingan yang dilangsungkan di Stadion San Nicola ini diwarnai tiga kartu merah, dua di antaranya untuk Giallorossi.

Laga Bari kontra Roma di Stadion San Nicola, Senin (2/5/2011) dinihari WIB berkesudahan 3-2. Bari sempat dua kali unggul 1-0 lewat Simone Bentovoglio dan 2-1 berkat gol Erik Huseklepp. 

Namun begitu Francesco Totti selalu berhasil mencetak gol penyama. Kemenangan tim tamu dipastikan oleh pemain pengganti Aleandro Rosi di masa injury time babak kedua. 

Pertandingan diwarnai tiga kartu merah, masing-masing untuk Daniele De Rossi dan Simone Perrotta (Roma), serta Kamil Glik (Bari). 

Skor seri membuat koleksi poin Il Lupi menjadi 59 dan berada di possi kelima klasemen sementara. Seperti dilansir dari situs resmi Seri A (www.legaseriea.it), poin Roma sama dengan yang dimiliki Udinese, namun secara head to head, Roma lebih unggul dari Udinese. Tim ibukota Italia dua kali mengalahkan I Zebrette musim ini, masing-masing dengan skor 2-0 (20/11/2010) dan 2-1 (9/4/2011).
 
Sedangkan koleksi nilai Bari tetap 22 dan berada di dasar klasemen sementara. I Galletti sendiri sebelumnya sudah dipastikan degradasi. 

Jalannya Pertandingan 

Bari membuka skor di menit ke-25 melalui penalti Simone Bentivoglio. Sebelumnya sepakan 12 pas diberikan setlah bek Roma Juan handsball di kotak terlarang. 

Lima ment berselang, AS Roma berhasil mencetak gol penyama. Tendangan bebas Francesco Totti menembus gawang yang dijaga Jean Francois Gillet. 

Setelah membuat kedudukan imbang, Roma lebih intens menekan. Namun justru Bari yang berhasil kembali unggul tiga menit menuju jeda. Gol bagi tim berjuluk I Galletti hadir setelah umpan silang Jamie Romero Gomez berhasil ditanduk Erik Huseklepp. 

Roma harus bermain 10 orang usai Daniele De Rossi menerima kartu merah, sebagai hukuman akibat aksinya yang menyikut wajah Simone Bentivoglio. 

Kiper Bari Gillet menggagalkan serangan Roma yang datang lewat sepakan Totti dari luar kotak penalti di menit ke-54. 

Roma mendapatkan hadiah penalti di menit ke-56 usai Juan dilanggar Alesandro Parisi. Totti yang tampil sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya dan membuat skor menjadi 2-2. Gillet sudah bergerak ke arah yang benar. Namun usaha kiper asal Belgia itu masih kalah cepat dari tendangan Totti. 

Tuan rumah selanjutnya dua kali hampir menjebol gawang Roma. Yang pertama saat Juan hampir membuat gol bunuh diri. Usahanya mencegah bola silang yang dilancarkan pemain Bari, mengarah ke gawang sendiri. Beruntung bagi Il Lupi, bola masih membentur gawang. 

Berikutnya sepakan dari luar kotak penalti yang dilancarkan Bentivoglio masih di samping kiri gawang yang dijaga Alexander Doni. 

Roma kembali mendapatkan penalti di menit ke-78 setelah Kamil Glik melanggar Marco Borriello. Pelanggaran ini juga berbuah kartu merah bagi bek Bari tersebut. Totti kembali menjadi ekeskutor. Namun kali ini sepakan kapten Il Lupi itu masih membentur tiang gawang. 

Kedua tim saling melancarkan tekanan di sisa waktu. Peluang Roma lewat sepakan Marco Cassetti di empat menit menuju peluit panjang, masih belum berhasil menjebol gawang Bari. 

Mistar gawang menggagalkan peluang Bari yang diciptakan oleh Abdelkader Ghezzal di menit terakhir pertandingan. 

Kartu merah kembali hadir dari saku wasit, kini ditujukan kepada Simone Perrotta yang melanggar Andrea Masiello. 

Gol! Di masa injury time, Roma berhasil menjebol gawang Bari melalui pemain pengganti Aleandro Rosi. Gol ini berawal dari umpan silang John Arne Riise dari sisi kiri, bola kemudian ditanduk oleh Borriello. Bola mengenai Rosi dan menembus gawang tim tuan rumah. 

Susunan Pemain

Bari: Gillet; Glik, Belmonte, Parisi, Masiello, Donati (Ghezzal 72), Gazzi, Kopunek, Bentivoglio, Huseklepp (M.Rossi 82), Gomez (Alvarez 72)

AS Roma: Doni; Juan, Burdisso, Riise, Cassetti (Rosi 88), De Rossi, Pizzaro, Vucinic (Taddei 53), Menez (Borriello 46), Totti, Perrotta

Galliani Pilih Menanti Ketimbang Memprediksi



Reuters AC Milan dapat memastikan gelar juara Seri A pada pekan depan. Tapi Wakil Presiden Milan Adriano Galliani memilih untuk tidak membuat prediksi apa-apa.

Kemenangan 1-0 direguk Milan saat menjamu Bologna di pertandingan Seri A giornata 35, Minggu (1/5/2011) malam WIB. Tambahan tiga angka membuat poin Milan, yang sedang memuncaki klasemen, menjadi 77.

Dengan mempertimbangkan poin Inter Milan, yang jadi pengejar terdekat kini adalah 69 dan keunggulan head to head Rossoneri dari Nerazzurri, maka Milan tinggal butuh satu poin tambahan untuk meraih Scudetto.

"Saya tidak suka membuat prediksi," komentar Galliani mengenai skenario tersebut, seperti dilansir Football Italia.

Enggan berandai-andai, Galliani pun memilih berpikir yang pasti-pasti saja. "Ada peluang bagus di tiga partai berikutnya, tapi karena saya tidak bisa melihat ke masa depan, saya hanya bisa bilang kami setidaknya sudah mengunci posisi dua."

"Jika Inter mendapat sembilan poin (maksimal) dan kami tinggal butuh satu, maka kita lihat saja apa yang akan terjadi pada pekan-pekan berikutnya," simpul Galliani.

Sabtu, 30 April 2011

Chiellini Setia kepada 'Nyonya Tua'



Getty Images Giorgio Chiellini menepis spekulasi yang menyebutkan dia akan meninggalkan Juventus pada akhir musim ini. Bek timnas Italia itu menegaskan kesetiannya kepada 'Nyonya Tua'.

Chiellini disebut-sebut akan hijrah ke Liga Inggris pada musim panas mendatang. Isunya, Roberto Mancini akan membawanya ke Manchester City.

"Merupakan hal yang normal kalau ada banyak spekulasi transfer yang melibatkan nama saya, tapi saya tak tertarik," sahut Cheillini kepada Sky Sport Italia, sebagaimana dikutip Football-Italia.

"Saya ingin bertahan di Juventus. Saya sungguh ingin bermain di stadion baru dan itulah alasan mengapa Juventus saya prioritaskan," terangnya.

Chiellini kemungkinan akan kembali ke lapangan saat Bianconeri menghadapi Lazio, Selasa (3/5/2011) dinihari WIB setelah sebelumnya dia absen selama enam pekan akibat cedera otot paha.

"Saya menderita karena terlalu banyak di pinggir lapangan dan melihat Juventus dari luar. Sayangnya kami kehilangan dua poin penting saat melawan Catania dan itu benar-benar mengecewakan saya," tutup pemain 26 tahun ini.

Napoli Bagai Dikutuk



AFP/Carlo HermannNapoli memiliki begitu banyak peluang ketika meladeni Genoa. Ketika gol yang dinanti-nanti tidak kunjung lahir, gelandang I Partenopei, Marek Hamsik, merasa kubunya seperti dikutuk.

Mendominasi Genoa nyaris sepanjang pertandingan yang digelar di Stadion San Paolo, Minggu (1/5/2011) dinihari WIB, Napoli baru bisa mencetak gol di menit 83 lewat sepakan Hamsik.

"Ini adalah kemenangan yang fundamental buat kami. Setelah sekian lama tidak mencetak gol, saya tadi merasa kalau kami seperti dikutuk," cetus Hamsik usai laga di Football Italia.

"Bolanya seperti tidak mau masuk gawang. Tapi kami beruntung karena pada akhrinya kami berhasil memecahkan kebuntuan," tambah gelandang asal Slovakia tersebut.

Kemenangan ini memang tidak terlalu membantu ambisi Napoli untuk merebut scudetto karena jarak mereka sudah terlalu jauh dari AC Milan. Tetapi, kemenangan ini punya arti krusial untuk mengamankan posisi tiga besar.

"Tiga poin ini membuat kami lebih dekat ke (zona) Liga Champions. Tapi kami tidak boleh lengah karena masih ada tiga pertandingan yang harus dimainkan dengan intensitas tinggi," demikian Hamsik.

Semangat Pantang Menyerah Menangkan Nerazzurri



Getty Images Inter Milan butuh dua gol pada masa injury time untuk menundukkan Cesena. Menurut sang pencetak gol, Giampaolo Pazzini, Nerazzurri bisa menang karena punya semangat pantang menyerah.

Inter nyaris kalah saat bertandang ke markas Cesena, Sabtu (30/4/2011). Gol Igor Budan pada awal babak kedua membuat Pazzini cs. terancam pulang dengan tangan hampa.

Namun, Pazzini hadir sebagai pahlawan pada masa perpanjangan waktu. Dua gol yang dibuat bekas striker Sampdoria itu membuat La Beneamata membalikkan keadaan dan menang 2-1.

"Kami sangat menginginkan kemenangan ini. Kami tak menyerah hingga peluit panjang berbunyi dan kami melakukannya," cetus pazzini, seperti dilansir Football-Italia.

"Kami tak mau Milan memenangi scudetto karena kami akan menyerahkannya kepada mereka di atas piring. Tentu kami ingin melakukan yang terbaik untuk kami dan nanti kita akan lihat di mana kami akan finish," tambah pemain 26 tahun ini.

"Kami memberi respons yang kuat. Bagi diri saya sendiri, saya sebelumnya tak mencetak gol selama 40 hari, jadi saya senang bisa mengakhiri paceklik gol. Ternyata stadion ini membawa keberuntungan untuk saya," pungkas dia.

Hamsik Menangkan Napoli



Getty ImagesNapoli berhasil mengatasi perlawanan alot Genoa dan memenangi pertandingan dengan skor 1-0. Terima kasih kepada Marek Hamsik yang menciptakan gol kemenangan I Partenopei.

Bermain di kandang sendiri, Stadion San Paolo, Minggu (1/5/2011) dinihari WIB, Napoli yang berambisi untuk mempertahankan posisinya di tiga besar mendapatkan perlawanan alot dari Genoa yang di klasemen duduk di papan tengah.

Napoli harus menunggu hingga menit 83 untuk melihat gol tercipta lewat tendangan Hamsik. Kemenangan ini membaut Napoli kini mengoleksi 68 angka dari 35 laga dan kokoh di posisi ketiga.

Jalannya pertandingan
Napoli membuka peluang saat pertandingan berusia 21 menit. Umpan tinggi Ezequiel Lavezzi bisa ditanduk oleh Michele Pazienza, tetapi arahnya masih tipis menyamping.

Nyaris sepanjang waktu di babak pertama Napoli terus menyerang. Tetapi penyelesaian yang buruk dari mereka membuat skor 0-0 ini bertahan hingga berakhirnya 45 menit pertama.

Lima menit babak kedua berjalan, Genoa sempat mengancam gawang Napoli. Kali ini, sundulan Emiliano Moretti menyambut sepakan bebas Giandomenico Mesto bisa dijinakkan kiper Morgan De Sanctis dengan baik.

Pada menit 58, Napoli kembali memperoleh peluang. Umpan dari Hamsik kepada Lavezzi diteruskan dengan sebuah tendangan, tetapi karena tenaganya lemah, kiper Genoa Eduardo dengan mudah mengamankan gawangnya.

Eduardo beraksi menyelamatkan gawangnya dari serbuan pemain Napoli lainnya di menit 62. Kali ini, tandukan Hasan Yebda dari jarak dekat ditolak Eduardo dengan kakinya. Selamatlah gawang Genoa.

Setelah lama menunggu, akhirnya upaya Napoli menemui hasil di menit 83. Dari sebuah bola panjang, tandukan Edinson Cavani mengarahkan si kulit bundar ke Hamsik yang kemudian menendang dan gol! Napoli 1, Genoa 0.

Di sisa waktu yang ada, tidak tercipta gol tambahan dari kedua kubu sehingga Napoli pun berhak mengemas kemenangan 1-0 itu.


Susunan pemain
Napoli: De Sanctis; Campagnaro (Santacroce 93), Cannavaro, Aronica; Maggio, Gargano, Pazienza (Yebda 60), Dossena; Hamsik (Mascara 86), Lavezzi; Cavani

Genoa: Eduardo; Mesto (Polenta 73), Moretti, Kaladze, Criscito; Konko (Destro 66), Rafinha, Kucka, Antonelli; Floro Flores, Paloschi (Jelenic 77)

Leonardo: Scudetto? Segalanya Masih Bisa Terjadi



Reuters Menyusul kemenangan 2-1 yang diraih Inter Milan atas Cesena kini ada lima poin yang jadi jarak antara Nerazzurri dengan puncak klasemen. Meski tak akan mudah, Leonardo percaya segala hal bisa terjadi dalam perebutan Scudetto.

Dua gol Giampaolo Pazzini di masa injury time babak kedua menghindarkan Inter dari kekalahan atas Cesena. Meski sempat tertinggal lebih dulu, La Beneamata menyudahi laga dengan keunggulan 2-1.

Selisih lima poin yang kini menjadi jarak dengan Milan bisa saja kembali melebar andai Rossoneri bisa menundukkan Bologna malam nanti. Namun kemenangan susah payah yang diraih tetap menjaga kepercayaan diri Leonardo kalau peluang mempertahankan titel masih mungkin.

"Kami hanya fokus pada diri kami sendiri. Kami ingin mempertahankan posisi dua klasemen dan lolos langsung ke Liga Champions, tanpa melupakan semifinal Coppa Italia yang masih kami miliki. Untuk perebutan titel, segala hal bisa terjadi dan kami masih berada di atas sini," sahut Leonardo usai pertandingan.

Terkait ketegangan yang dirasakan Inter karena baru bisa menyamakan kemudian membalikkan kedudukan di injury time, Leonardo mengakui Inter telah menjalani laga yang menyulitkan. Disebut sang pelatih, kondisi tersebut terjadi karena pemainnya kelelahan.

"Oh, itu sudah direncanakan dengan sangat baik," canda Leonardo soal dua gol Pazzini di masa injury time.

"Faktanya, Cesena bertahan dengan baik dan kami terlalu lambat, terutama dalam menyerang. Tak ada yang bisa menyangkal kami sedikit kelelahan setelah menjalani banyak pertandingan. Kami kebobolan saat menghadapi tekanan dari Cesena, lalu segalanya berubah saat Pazzini masuk," tuntas pelatih asal Brasil itu.

'Ini Inter yang Sesungguhnya'



ReutersInter Milan harus menunggu hingga periode injury time untuk bisa memetik kemenangan atas Cesena. Semangat pantang menyerah yang ditunjukkan dalam laga tersebut menunjukkan Nerazzurri yang sesungguhnya.

Lebih dulu tertinggal, Inter sepertinya akan menelan kekalahan yang membuat Milan cuma butuh hasil imbang untuk merengkuh Scudetto. Namun skuad besutan Leonardo kemudian melakukan comeback gemilang setelah Giampaolo Pazzini melesakkan dua gol di masa injury time yang mengantar Inter menang 2-1.

Inter pun berhasil merapatkan jarak ke puncak klasemen dengan ada lima poin tersisa. Milan memang belum menjalani laga pekan ke-35, namun kemenangan susah payah atas Cesena setidaknya memperpanjang napas dalam persaingan merebut Scudetto.

Disebut Javier Zanetti, keberhasilan Inter membalikkan keadaan di menit akhir menunjukkan semangat mereka untuk tidak menyerah dalam perebutan Scudetto. Dalam pandangannya, Inilah Inter Milan yang sesungguhnya.

"Inilah Inter, Inter yang sesungguhnya. Inter yang lebih dari sekali bisa melakukan comeback dalam situasi yang sulit. Semangat tim yang selalu yakin dan tak pernah menyerah," sahut Zanetti di situs resmi klubnya. 

Inter kini berharap Milan gagal meraih poin maksimal saat menjamu Bologna malam nanti. Jika itu terjadi peluang Inter mempertahankan gelarnya jelas makin besar, meski di dua pertandingan berikutnya ada dua lawan berat yang menunggu yakni Fiorentina dan Napoli.

"Kami tak pantas kalah dan setelah dalam posisi tertinggal kami mencoba bangkit dan kami berhasil melakukannya," tuntas pesepakbola asal Argentina itu.

Dua Gol Telat Pazzini Menangkan Inter



ReutersInter Milan memperpanjang napas dalam persaingan meraih Scudetto dengan AC Milan. Lebih dulu tertinggal, Nerazzurri memetik kemenangan 2-1 atas Cesena lewat dua gol telat Giampaolo Pazzini.

Dalam laga yang dilangsungkan di Stadio Dino Manuzzi, Sabtu (30/4/2011) malam waktu setempat, Inter lebih dulu tertinggal melalui gol Igor Budan di menit 56. Tim tamu kemudian harus berjuang keras menyamakan kedudukan dan membalikkan keadaan setelah Pazzini mencetak dua gol di masa injury time.

Kemenangan ini menjaga persaingan Inter untuk mempertahankan gelar juaranya. Dengan poin yang kini dimiliki berjumlah 69 Javier Zanetti dkk masih terpaut lima angka dengan Milan di posisi teratas, yang baru akan berlaga Minggu malam menghadapi Bologna.

Kemenangan Inter juga memastikan kalau balapan merebut Scudetto belum akan berakhir di pekan 35 ini, meski jika Diavolo Rosso berhasil menundukkan Bologna.

Jalannya Pertandingan

Inter lebih dulu punya kesempatan di menit keenam saat umpan yang dilepaskan Lucio berhasil menemui Diego Milito. Namun sepakan sang striker gagal masuk gawang karena membentur pemain bertahan lawan.

Empat menit berselang gantian Motta mengancam gawang tuan rumah saat sepakan jarak jauhnya nyaris menggetarkan gawang Cesena. Serbuan Nerazzurri berlanjut saat Yuto Nagamoto berhasil memperdaya beberapa pemain lawan dan melepaskan umpan, yang ternyata bisa ditangkap dengan mudah oleh Antoniolli.

Antonioli kembali membuat penyelamatan saat dia memotong umpan Maicon yang sepertinya akan mengarah pada Samuel Eto'o di tengah kotak penalti. Peluang terakhir Inter di babak pertama hadir melalui Douglas Maicon yang melepaskan sepakan sepakan keras namun bisa dihadang Antoniolli.

Di awal babak kedua gantian Cesena yang memberi tekanan. Tercatat dua kali Luis Jimenez menebar ancaman namun masih gagal menjebol gawang Inter yang dalam laga tersebut dikawal Luca Castellazzi.

Tekanan yang dilancarkan tuan rumah membuahkan hasil di menit 55 saat Igor Budan membawa tuan rumah unggul 1-0. Budan melepaskan tendangan voli yang bersarang di gawang Inter usai mendapat umpan dari Luca Ceccarelli yang menusuk dari sisi kanan.

Demi mengejar ketinggalan dan menjaga kans juara Inter kemudian melancarkan serangan gencar ke pertahanan Cesena. Beberapa peluang berhasil didapat di antaranya melalui tandukan Lucio dan Pazzini yang masih melebar dari sasaran.

Inter sepertinya akan menelan kekalahan yang membuat Milan bakal mudah meraih gelar juara, namun di masa injury time skuad besutan Leonardo melakukan comeback gemilang.

Dua menit masa injury time berjalan Inter berhasil menyamakan kedudukan melalui Pazzini. Menerima umpan silang dari Eto'o, Pazzini menyerobot bola dan mengarahkan si kulit bundar ke dalam gawang dengan bagian luar kakinya. Skor berubah menjadi 1-1.

Tiga menit berselang Inter malah mampu membalikkan keadaan, kembali lewat Pazzini. Bermula dari umpan Milito pada Maico, sang pesepakbola Brasil kemudian melepaskan umpan terukur ke dalam kotak penalti. Kepala Pazzini berhasil mengarahkan bola ke dalam gawang. Inter membalikkan keadaan di menit-menit akhir laga dan memetik kemenangan 2-1.

Susunan Pemain

Cesena: Antonioli; Ceccarelli (Piangerelli 83), Von Bergen, Pellegrino, Lauro; Sammarco, Caserta, Parolo; Giaccherini (Benalouane 72), Jimenez; Budan (Malonga 77)

Inter: Castellazzi; Maicon, Lucio, Ranocchia, Nagatomo; Zanetti, Cambiasso; Pandev (Pazzini 59), Thiago Motta (Mariga 64), Eto'o; Milito

Jumat, 29 April 2011

Leonardo: Kegagalan Bukan Berarti Perombakan Total



Getty Images Kecil kemungkinan bagi Inter Milan untuk bisa mengulang prestasi musim lalu. Namun pelatih Inter Leonardo mengatakan bahwa kegagalan musim ini bukan berarti Nerazzuri harus melakukan perombakan total guna menghadapi musim berikutnya. 

Musim ini Inter dipastikan gagal mengulang raihan treble musim lalu. Setelah sebelumnya kandas di Liga Champions, gelar juara Seri A musim ini kemungkinan besar bakal lepas dari tangan Nerazzuri. Pasalnya AC Milan sebagai pemimpin klasemen itu tinggal butuh empat poin lagi untuk meraih perisai scudetto. 

Bila itu terjadi, maka ini untuk kali pertama juara Seri A diraih klub selain Inter Milan. I Biscione sendiri merupakan peraih scudetto dalam lima musim terakhir. 

Pelatih Inter Leonardo mengatakan kegaaglan meraih juara Liga Italia musim ini bukan berarti dominasi La Beneamata berakhir. 

"Saya tidak yakin bahwa siklus Inter sudah berakhir. Di waktu lalu, siklus Milan sepertinya sudah bakal berakhir. Dan sekarang mereka semakin dekat dengan scudetto dengan materi pemain yang hampir sama dengan empat tahun lalu," ujar pelatih asal Brasil itu seperti dikutip dari Football-Italia. 

Suksesor Rafael Benitez itu menegaskan bahwa prestasi yang diraih Inter dalam beberapa waktu belakangan ini tidak bisa begitu saja dilupakan.

"Inter masih ada di posisi kedua klasemen sementara dan masih punya kesempatan di Coppa Italia setelah memenangi Piala Dunia Antarklub dan treble musim lalu. Hasil-hasil di waktu lalu tak begitu saja bisa dihapuskan." 

Leonardo menambahkan bahwa kegagalan meraih gelar Seri A musim ini bukan berarti harus dilakukan revolusi total dalam tubuh tim. "Apakah itu berarti kami harus mengganti seluruh 25 pemain yang ada di skuad ini? Saya tidak yakin bahwa kami akan mengganti 15 hingga 25 pemain," jelas dia. 

Kondisi Inter tidak jarang membuat posisi Leonardo di kursi pelatih dipersoalkan. Mengenai hal ini, mantan pelatih AC Milan itu berkata: "Untuk saya tidak ada yang berubah. Saya merasa lebih kuat dibanding sebelumnya. Memang, hal negatif bisa membuat Anda semakin lemah atau semakin kuat. Untuk saya, hal-hal itu membuat saya semakin kuat." 

Kamis, 28 April 2011

'Seedorf Sanggup Bermain Hingga Umur 52 Tahun'



AFP/Olivier MorinClarence Seedorf mengaku belum tahu kapan ingin gantung sepatu. Sebuah pernyaan yang langsung ditanggapi dengan guyonan ringan Silvio Berluconi yang bilang Seedorf pun sanggup sampai berusia setengah abad sekalipun.

Hal itu disampaikan Berlusconi saat menghadiri acara penobatan Seedorf sebagai Ksatria oleh Kerajaan Belanda, yang disampaikan langsung oleh duta besar Belanda untuk Italia, Alphonsus Staelinga.

Penghargaan ini diberikan atas dedikasi Seedorf selama nyaris dua dekade sejak mengawali karir di Ajax Amsterdam. Dan juga aksi-aksinya dalam kegiatan sosial.

"Clarence akan bermain sampai umurnya 52 tahun," gurau Berlusconi seperti dilansir Football Italia.

Kontrak Seedorf sendiri akan berakhir musim panas ini bersama Milan, setelah bermukim di San Siro sejak 2002/2003. Umurnya yang sudah 35 tahun nyatanya tak menghalangi untuk tampil bagus musim ini dan di ambang membawa Rossonerri meraih scudetto ke-18nya.

Rumor pun menyebut jika gelandang peraih tiga gelar Liga Champions bersama tiga klub berbeda, itu akan merumput di Brasil bersama Corinthians. Meskipun Seedorf belum menutup peluang memperpanjang kontrak di Milan.

Namun yang pasti baginya saat ini belum terlintas sedikitpun di benaknya untuk meninggalkan dunia yang membesarkan namanya itu.

"Apakah aku ingin segera pensiun dalam waktu dekat? Hal terpenting dalam pekerjaanku ini adalah motivasi dan kekuatan fisik," tutur Seedorf.

"Selama itu masih aku pegang, maka aku siap bermain hingga tanpa batas," lugasnya.

Rabu, 27 April 2011

'Benitez Tak Sepantasnya Dipecat'



Getty ImagesRafael Benitez memang hanya setengah musim menukangi Inter Milan. Namun Inter dinilai tak sepantasnya mendepak pelatih asal Spanyol itu.

Serentetan hasil tidak memuaskan yang dipetik Inter membuat spekulasi soal masa depan pelatih Leonardo bermunculan. Satu nama yang cukup santer diberitakan bakal menggusur Leonardo adalah Jose Mourinho, eks pelatih Nerazzuri yang kini menukangi Real Madrid. 

Satu nama lagi muncul ke permukaan, yakni Rafael Benitez. Ini berdasar pendapat mantan pelatih Inter Luigi Simoni. 

"Memang tampaknya paradoks, namun andai Leonardo sudah dipastikan tak melatih Inter musim depan, maka saya akan memanggil kembali Benitez," tandas pria yang menukangi La Beneamata tahun 1997-1999 tersebut. 

Benitez menukangi Inter mulai pertengahan tahun 2010. Masa kerja pelatih asal Spanyol itu hanya berlangsung setengah musim. Selama kiprahnya menangani Nerazzuri, Benitez mempersembahkan trofi Super Coppa Italia dan juara Piala Dunia Antarklub. 

"Saya pikir Benitez tidak sepantasnya dipecat di musim pertamanya. Benitez merupakan pelatih bertalenta yang dipaksa bekerja di kondisi yang tidak mungkin," ujar Simoni seperti dikutip dari Football-Italia.

Santos: Belum Ada Kontak dari Milan Soal Ganso



AFP/Mauricio Lima Ada rumor yang memberitakan jika Ganso saat ini tengah berunding dengan AC Milan mengenai kepindahannya musim depan. Namun Santos membantah jika sudah ada kontak dengan Rossonerri.

Ganso belakangan memang jadi rebutan antara dua klub Milan belakangan. Hasratnya untuk merumput di Italia sepertinya sudah tak terbendung.

Seiring berjalannya waktu Ganso justru diberitakan mendekat ke Milan. Namun masalahnya adalah Ganso bukan dimiliki Santos saja. Ada pihak ketiga yang memiliki 45 persen Ganso dan keluarganya pun punya 10 persen hak atas Ganso.

Maka untuk menjernihkan segala isu tersebut Santos menegaskan jika Ganso belum ada kesepakatan apapun dengan Milan. Jika nantinya Milan atau klub lain ingin meminang pesepakbola 21 tahun itu, maka mereka harus menawarkan proposal langsung ke klub.

"Santos tidak ada andil apapun dalam pertemuan itu. Ini simpel saja karena kami tidak ada keinginan menjual Ganso. Dan dari itu semua kami belum menerima penawaran resmi dari Milan atau klub lain seperti yang rutin diberitakan di media," tutur Direktur Olahraga Klub, Pedro Luis Nunes Conceicao kepada Calciomercato yang dilansir Football Italia

"Apakah Ganso akan berada di Italia pada 2012? Terlalu dini untuk membicarakan hal ini karena kami belum menerima proposal resmi di meja kami," tambahnya.

"Yang terpenting untuk Santos adalah: Jika ada klub Italia atau dari negara lain, yang tertarik dengan Paulo Henrique maka mereka harus datang ke Brasil dengan proposal resmi. Siapapun yang menginginkannya maka harus duduk bersama di meja dan berbicara pada kami," tuntas Nunes.

 
Design by Wordpress Themes | Bloggerized by Free Blogger Templates | Macys Printable Coupons