selamat datang di meteor kazama, informasi sepak bola terkini

Rabu, 04 Mei 2011

DPRD Samarinda Minta Larangan APBD Dilakukan Bertahap

DPRD Samarinda meminta Pemerintah tidak melarang total penggunaan APBD bagi klub profesional mulai 2012. Apabila dilakukan, klub yang menjadi aset daerah otomatis akan bubar.

"Jelas klub kolaps kalau pelarangan itu mendadak dan total dilarang untuk klub sepakbola, misalnya untuk Persisam Putra Samarinda," kata Ketua DPRD Samarinda Siswadi, saat berbincang dengan wartawan di kantor DPRD Samarinda, Jl Basuki Rahmad, Selasa (3/5/2011).

Seperti diketahui, Pemerintah sudah menyatakan bahwa penggunaan APBD untuk membiayai klub profesional harus dihentikan mulai tahun 2012.

Meski menjamin DPRD akan mematuhi peraturan Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang melarang penggunaan APBD untuk klub sepakbola, Siswadi memberikan sejumlah catatan.

"Bagi DPRD, klub akan mematuhi dengan disertai payung hukum peraturan. Kalau melarang dan itu dimaksudkan pembinaan klub-klub, ya mestinya tidak total berhenti tapi bertahap," ujar Siswadi.

Siswadi memberikan contoh, Pemerintah bisa menetapkan bahwa mulai tahun 2012 hanya memperbolehkan 75 persen APBD bagi kebutuhan klub. Pada tahun 2013, hanya 50 persen, di tahun 2014 hanya 25 persen.

"Tahun berikutnya, baru berhenti total. Itu menurut saya adalah pembinaan menuju klub profesional," imbuh Siswadi.

"Kalau berhenti total, itu bagian dari pembinasaan. Di mana pembinaan Kemenpora? Karena olahraga itu menjadi kewajiban pembinaan Pemerintah," tambah Siswadi.

Sebelum ini, Wali Kota Samarinda Syaharie Ja'ang pernah menyatakan Persisam tidak akan bubar tanpa APBD. Siswadi mendukung pernyataan tersebut.

"Tidak setuju (Persisam) bubar. Manajemen Persisam harus membuka diri kepada publik," sebut Siswadi.

"Dengan kelompok suporter Pusamania, Pemkot dan berbagai stake holder, harus dibicarakan bersama," terangnya.

Untuk melobi pihak ketiga dalam hal pembiayaan klub, Siswadi menegaskan DPRD siap memfasilitasi. Dengan sumbangsih perusahaan swasta, diharapkan Persisam dapat terus berlaga di kancah kompetisi sepakbola nasional.

"Mudah-mudahan Persisam bisa menjadi klub yang mandiri," tutupnya.

Selasa, 03 Mei 2011

'Laga yang Dipengaruhi oleh Ofisial'



Barca vs Madrid (Getty) Ofisial pertandingan kembali dituding berat sebelah saat Real Madrid disingkirkan Barcelona. Jorge Valdano mengungkapkan wasit telah salah karena membatalkan gol yang diciptakan Gonzalo Higuain.

Madrid kembali harus menerima kekalahannya dari sang rival abadi Barcelona. Los Cules memastikan langkah ke final usai bermain seri 1-1 di semifinal leg II dinihari tadi yang membuat mereka unggul agregat 3-1.

Setelah imbang tanpa gol di babak pertama, Madrid sempat mencetak gol di awal paruh kedua lewat Higuain. Akan tetapi gol itu dianulir karena Cristiano Ronaldo dianggap melakukan pelanggaran lebih dahulu.

Valdano tidak sependapat dengan keputusan wasit tersebut. Padahal jika saja gol tersebut disahkan, maka bisa jadi akhir pertandingan akan berbeda.

"Kedua tim mencoba setiap jalan untuk melaju ke final. Barcelona lebih mendominasi dan kami memberi semangat tapi pertandingan ini dipengaruhi oleh ofisial. Malam ini juga ada yang menentukan hasil akhir pertandingan. Kami harap bisa lebih beruntung lain kali," tuding direktur umum Madrid itu di situs resmi klub.

"Pique membuat Cristiano tidak seimbang wasit menyatakan laga diteruskan dan Cristiano tidak sengaja membuat Masherano jatuh."

"Saya belum pernah melihat sebuah pelanggaran akibat punggung pemain; mungkin gol itu akan mengubah laga. Ini faktanya. Kesalahan itu dibuat dan melukai kami, tapi kami tidak menuding adanya teori konsiprasi," tutup Valdano.

'Andaikan Mourinho Ada di Bench'



AFP/Dani Pozo Laga leg kedua semifinal Liga Champions antara Barcelona kontra Real Madrid memang kurang 'menggigit' tanpa kehadiran Jose Mourinho. Hal yang mana dirasakan Pep Guardiola yang notabene kerap berseteru.

Mourinho harus menerima hukuman tak boleh mendampingi timnya karena menerima kartu merah saat leg pertama pekan lalu. Alih-alih menonton lewat ruangan VIP, Mourinho memilih menetap di hotel dan menonton via televisi.

Madrid pun akhirnya tersingkir setelah hanya mampu bermain imbang 1-1. Mereka tak bisa mengejar keunggulan 2-0 Barca yang diraih di Santiago Bernabeu.

Meski tetap berlangsung dalam tempo lumayan tinggi dan kerap terjadi kontak fisik di antara pemain, namun ketiadaan Mourinho sedikit mengurangi tensi El Clasico yang di empat kali pertemuan musim ini selalu berlangsung penuh drama.

Ketika disinggung soal skorsing Mourinho, Pep pun secara jujur menyayangkan ketidakhadiran pelatih asal Portugal itu di pinggir lapangan.

"Saya lebih menyukai jika dia (Mourinho) berada di bench," aku Pep di AS.

Pada laga tadi wasit kembali jadi sorotan saat Franck De Bleekere menganulir gol Gonzalo Higuain di awal babak kedua. Serta beberapa kali terpengaruh provokasi serta 'akting' pemain Barca yang kerap lebay. Apa komentar Pep?

"Laga ini sudah usai. Saya tidak ada keraguan untuk itu (wasit). Biarkan orang-orang yang menilai. Namun kita nikmati saja hari ini," simpul Pep.

Pep Minta El Barca Langsung Fokus ke Liga



AFP/Lluis Gene Keberhasil melaju ke final Liga Champions rupanya tak ingin dirayakan terlalu lama oleh Pep Guardiola. Pep pun lantas meminta Barcelona langsung konsentrasi ke La Liga di mana Espanyol menunggu akhir pekan ini.

Hasil seri 1-1 di leg kedua Semifinal, Rabu (4/5/2011) sudah cukup memberikan tiket ke Wembley 28 Mei esok untuk Barca. Anak-anak Catalan unggul agregat 3-1 setelah menang 2-0 di leg pertama.

Final ketiga dalam enam tahun terakhir dan yang ke-17 di kompetisi Eropa sepanjang sejarah Barca. Tentunya ini kian menegaskan mereka adalah klub terbaik di dunia saat ini.

Sebuah kebanggaan serta rasa puas hadir di benak Pep yang untuk kedua kalinya berhasil melajukan timnya ke final. Kini titel Liga Champions kedua dalam karir kepelatihannya pun menunggu di depan.

Namun Pep tak ingin terlarut lama dalam euforia tersebut. Baginya Barca masih punya tugas lain yakni merebut titel La Liga. Dengan empat laga tersisa, Los Cules butuh empat poin lagi untuk memastikan trofi ke-20 mereka.

Akhir pekan ini mereka akan melakoni Derby Catalan kontra Espanyol. Bukan laga yang mudah mengingat tim sekotanya itu pun punya misi lolos ke Eropa musim depan.

"Momen yang hebat untuk klub ini. Liga Champions selalu ditentukan banyak hal. Namun kompetisi Liga memberikan banyak krebilitas untuk anda dan kami masih butuh empat poin lagi," ungkap Pep di AS.

"Saya bangga kepada para pemain. 20 hari terakhir sangatlah intens dan tekanan pun begitu besar. Seperti yang diduga, Madrid adalah lawan tangguh. Mereka klub hebat, mereka punya kekuatan dan uang yang hebat serta sembilan titel Liga Champions," sambungnya.

"Kini kami harus fokus untuk laga Espanyol besok. Tim yang selalu menyulitkan dan kami akan mencoba memenanginya," tuntas Pep.

Barca Kembali ke Tempat Spesial



Getty Images Lolosnya Barcelona ke final Liga Champions musim ini memunculkan kenangan manis untuk klub Catalan itu. Pasalnya Wembley yang akan dituju memang punya arti spesial.

Barca memastikan maju ke final Liga Champions usai di leg II semifinal kontra Real Madrid, Rabu (4/5/2011) dinihari WIB, bermain imbang 1-1. Barca melaju dengan agregat 3-1.

"Kami akan kembali ke Wembley, sebuah tempat yang sangat spesial untuk fans Barcelona. Ini adalah sebuah malam yang istimewa," tukas Presiden Barca Sandro Rossell di situs UEFA.

Ucapan Rossell itu merujuk pada kali pertama Barca sukses menggondol trofi Piala Champions/Liga Champions. Gelar perdana itu diukir pada tahun 1992 silam di Wembley.

Tentu saja Wembley yang kini akan didatangi sudah berbeda dengan yang dulu. Pada tahun 2002, stadion bersejarah di Inggris itu telah dirombak menjadi lebih modern.

Sebelum diubah seperti sekarang, Wembley dicatat situs Barca sudah lima kali menggelar partai final kompetisi ini, melahirkan lima pemenang berbeda: AC Milan, Manchester United, Ajax, Liverpool dan Barca.

Kini Barca masih menanti lawan di final, antara Manchester United atau Schalke. Tapi siapapun yang akan dihadapi, Barca jelas bertekad menang, sebuah hasil yang juga akan mengakhiri "hasil imbang" dalam rekor Barca di final. 

Sebelum musim ini, Barca sudah enam kali masuk final dengan catatan tiga kemenangan dan tiga kekalahan: Jadi juara pada 1992, 2006, 2009 dan cuma jadi finalis pada 1961, 1986, 1994.

Barca pun Siap Berpesta



AFP/Javier Soriano Barcelona meraih kemenangan penting atas Real Madrid di semifinal Liga Champions. Untuk merayakan kemenangan atas rival abadinya tersebut, Barca pun siap menggelar pesta besar.

Barca memastikan satu tempat di final Liga Champions usai bermain imbang 1-1 kontra Madrid di semifinal leg kedua, Rabu (4/5/2011) dinihari WIB. Mereka pun melaju ke Wembley dengan skor agregat 3-1.

"Ini adalah momen yang unik. Bisa memenangi laga melawan tim yang sangat kuat harus dirayakan," ujar Andres Iniesta kepada sport.es.

"Perayaan malam ini akan besar karena kami ada di final Liga Champions," tambah gelandang 26 tahun itu.

Meski sudah lolos ke final, Iniesta tak mau terlena. Masih ada satu laga lagi yang harus Azulgrana menangi untuk memastikan trofi Liga Champions jadi milik mereka.

"Kami membuat langkah yang sangat penting malam ini. Tapi, kami masih harus bermain di final dan semoga hal-hal berjalan dengan baik untuk kami dan kami bisa mengangkat trofi," tuntasnya.

Final Tahun Ini Terasa Lebih Spesial bagi Pedro



(AFP/Siu Wu) Pedro Rodriguez merasa keberhasilan Barcelona mencapai partai puncak kali ini lebih spesial. Pasalnya sukses itu didapat setelah menyingkirkan Real Madrid yang adalah musuh abadi El Barca.

Hasil imbang 1-1 melawan Madrid di laga semifinal II di Camp Nou, Rabu (4/5/2011) dinihari WIB cukup meloloskan Barca ke final dengan memiliki keunggulan agregat 3-1.

Ini adalah penampilan Barca di final untuk kali kedua dalam tiga musim belakangan. Momen ini dinilai terasa lebih istimewa bagi Pedro karena dicapai usai mengalahkan sang rival abadi dalam dua laga sulit.

"Mereka (Madrid) memiliki tim hebat dengan beberapa pemain berkualitas tinggi. Kami bahagia dengan pekerjaan kami dan berhasil maju ke final," sahut striker Spanyol itu di situs resmi UEFA.

Pedro amat senang karena berhasil menciptakan gol di laga penting ini. "Gol-ku membawa kesenangan dan aku berterima kasih kepada semuanya terutama Andres (Iniesta, untuk umpannya)."

Barcelona akan berhadapan dengan pemenang semifinal lain antara Manchester United vs Schalke 04 yang akan ditentukan hari ini (5/5) waktu setempat.

"Di babak final kami akan berhadapan dengan lawan yang sangat kuat tapi kami akan bekerja keras. Kini yang penting adalah kami berhasil mencapai final," tandasnya.

 
Design by Wordpress Themes | Bloggerized by Free Blogger Templates | Macys Printable Coupons