DPRD Samarinda meminta Pemerintah tidak melarang total penggunaan APBD bagi klub profesional mulai 2012. Apabila dilakukan, klub yang menjadi aset daerah otomatis akan bubar.
"Jelas klub kolaps kalau pelarangan itu mendadak dan total dilarang untuk klub sepakbola, misalnya untuk Persisam Putra Samarinda," kata Ketua DPRD Samarinda Siswadi, saat berbincang dengan wartawan di kantor DPRD Samarinda, Jl Basuki Rahmad, Selasa (3/5/2011).
Seperti diketahui, Pemerintah sudah menyatakan bahwa penggunaan APBD untuk membiayai klub profesional harus dihentikan mulai tahun 2012.
Meski menjamin DPRD akan mematuhi peraturan Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang melarang penggunaan APBD untuk klub sepakbola, Siswadi memberikan sejumlah catatan.
"Bagi DPRD, klub akan mematuhi dengan disertai payung hukum peraturan. Kalau melarang dan itu dimaksudkan pembinaan klub-klub, ya mestinya tidak total berhenti tapi bertahap," ujar Siswadi.
Siswadi memberikan contoh, Pemerintah bisa menetapkan bahwa mulai tahun 2012 hanya memperbolehkan 75 persen APBD bagi kebutuhan klub. Pada tahun 2013, hanya 50 persen, di tahun 2014 hanya 25 persen.
"Tahun berikutnya, baru berhenti total. Itu menurut saya adalah pembinaan menuju klub profesional," imbuh Siswadi.
"Kalau berhenti total, itu bagian dari pembinasaan. Di mana pembinaan Kemenpora? Karena olahraga itu menjadi kewajiban pembinaan Pemerintah," tambah Siswadi.
Sebelum ini, Wali Kota Samarinda Syaharie Ja'ang pernah menyatakan Persisam tidak akan bubar tanpa APBD. Siswadi mendukung pernyataan tersebut.
"Tidak setuju (Persisam) bubar. Manajemen Persisam harus membuka diri kepada publik," sebut Siswadi.
"Dengan kelompok suporter Pusamania, Pemkot dan berbagai stake holder, harus dibicarakan bersama," terangnya.
Untuk melobi pihak ketiga dalam hal pembiayaan klub, Siswadi menegaskan DPRD siap memfasilitasi. Dengan sumbangsih perusahaan swasta, diharapkan Persisam dapat terus berlaga di kancah kompetisi sepakbola nasional.
"Mudah-mudahan Persisam bisa menjadi klub yang mandiri," tutupnya.
"Jelas klub kolaps kalau pelarangan itu mendadak dan total dilarang untuk klub sepakbola, misalnya untuk Persisam Putra Samarinda," kata Ketua DPRD Samarinda Siswadi, saat berbincang dengan wartawan di kantor DPRD Samarinda, Jl Basuki Rahmad, Selasa (3/5/2011).
Seperti diketahui, Pemerintah sudah menyatakan bahwa penggunaan APBD untuk membiayai klub profesional harus dihentikan mulai tahun 2012.
Meski menjamin DPRD akan mematuhi peraturan Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang melarang penggunaan APBD untuk klub sepakbola, Siswadi memberikan sejumlah catatan.
"Bagi DPRD, klub akan mematuhi dengan disertai payung hukum peraturan. Kalau melarang dan itu dimaksudkan pembinaan klub-klub, ya mestinya tidak total berhenti tapi bertahap," ujar Siswadi.
Siswadi memberikan contoh, Pemerintah bisa menetapkan bahwa mulai tahun 2012 hanya memperbolehkan 75 persen APBD bagi kebutuhan klub. Pada tahun 2013, hanya 50 persen, di tahun 2014 hanya 25 persen.
"Tahun berikutnya, baru berhenti total. Itu menurut saya adalah pembinaan menuju klub profesional," imbuh Siswadi.
"Kalau berhenti total, itu bagian dari pembinasaan. Di mana pembinaan Kemenpora? Karena olahraga itu menjadi kewajiban pembinaan Pemerintah," tambah Siswadi.
Sebelum ini, Wali Kota Samarinda Syaharie Ja'ang pernah menyatakan Persisam tidak akan bubar tanpa APBD. Siswadi mendukung pernyataan tersebut.
"Tidak setuju (Persisam) bubar. Manajemen Persisam harus membuka diri kepada publik," sebut Siswadi.
"Dengan kelompok suporter Pusamania, Pemkot dan berbagai stake holder, harus dibicarakan bersama," terangnya.
Untuk melobi pihak ketiga dalam hal pembiayaan klub, Siswadi menegaskan DPRD siap memfasilitasi. Dengan sumbangsih perusahaan swasta, diharapkan Persisam dapat terus berlaga di kancah kompetisi sepakbola nasional.
"Mudah-mudahan Persisam bisa menjadi klub yang mandiri," tutupnya.
05.04
meteor kazama
Posted in:
Ofisial pertandingan kembali dituding berat sebelah saat Real Madrid disingkirkan Barcelona. Jorge Valdano mengungkapkan wasit telah salah karena membatalkan gol yang diciptakan Gonzalo Higuain.
Laga leg kedua semifinal Liga Champions antara Barcelona kontra Real Madrid memang kurang 'menggigit' tanpa kehadiran Jose Mourinho. Hal yang mana dirasakan Pep Guardiola yang notabene kerap berseteru.
Keberhasil melaju ke final Liga Champions rupanya tak ingin dirayakan terlalu lama oleh Pep Guardiola. Pep pun lantas meminta Barcelona langsung konsentrasi ke La Liga di mana Espanyol menunggu akhir pekan ini.
Lolosnya Barcelona ke final Liga Champions musim ini memunculkan kenangan manis untuk klub Catalan itu. Pasalnya Wembley yang akan dituju memang punya arti spesial.
Barcelona meraih kemenangan penting atas Real Madrid di semifinal Liga Champions. Untuk merayakan kemenangan atas rival abadinya tersebut, Barca pun siap menggelar pesta besar.
Pedro Rodriguez merasa keberhasilan Barcelona mencapai partai puncak kali ini lebih spesial. Pasalnya sukses itu didapat setelah menyingkirkan Real Madrid yang adalah musuh abadi El Barca.




