selamat datang di meteor kazama, informasi sepak bola terkini

Minggu, 01 Mei 2011

'Milan Idiot Jika Membiarkan Scudetto Lepas'



Getty Images AC Milan tinggal berjarak satu poin dari Scudetto. Maka akan bodoh jika Rossoneri pada akhirnya membiarkan gelar itu melayang.

Kemenangan 1-0 atas Bologna, Minggu (1/5/2011) malam WIB, di giornata 35 membawa Milan tinggal selangkah lagi untuk memastikan gelar juara Seri A musim ini.

Cukup dengan satu poin, untuk membuat poin Milan menjadi 78--poin maksimal Inter Milan sang pengejar terdekat yang sudah kalah head to head--dari tiga laga sisa maka predikat Raja Seri A akan disandang Rossoneri.

Meski begitu, tetap saja ada kemungkinan gelar bisa menguap jika dari ketiga laga tersebut Milan tidak kuasa meraup satu poin pun. Maka gelandang senior Milan Massimo Ambrosini pun memberikan peringatan kepada timnya.

"Kami akan jadi idiot jika membiarkan Scudetto ini nanti lepas dari genggaman kami," seru Ambrosini di Football Italia.

"Hari ini kami sudah membuat langkah penting dan sekarang harus tetap berkonsentrasi. Kami hanya harus menunggu dan mengambil kesempatan yang ada," tegasnya.

Di tiga laga sisa, Milan berturut-turut akan dijamu AS Roma, kedatangan Cagliari dan terakhir melawat ke markas Udinese di Friuli.

Banjir Kartu, Valencia Ditekuk Osasuna



AFP Valencia membuang poin berharga dalam usaha mengamankan posisi untuk meraih tiket langsung ke Liga Champions. Dalam laga yang membuahkan 11 kartu kuning, El Che dibekuk Osasuna 0-1.

Di Estadio El Sadar, Senin (2/5/2011) dinihari WIB, 'Si Kelelawar' bukan saja dipaksa menelan kekalahan dan kehilangan poin tetapi juga harus rela tujuh pemainnya diacungi kartu kuning.

Laga yang dipimpin wasit Carlos Velasco Carballo itu memang banjir kartu kuning, kendati tidak ada sebiji pun kartu merah yang keluar dari kantongnya.

Setelah berakhir imbang 0-0 di paruh pertama, laga di babak kedua berjalan sengit. Walhasil, tujuh pemain Valencia dan empat pemain Osasuna pun diganjar kartu kuning di periode ini.

Di tengah-tengah banjir kartu itulah gol tunggal dalam laga tercipta. Pada menit 59, kebuntuan pecah setelah sepakan jarak jauh Alvaro Cejudo berakhir di dalam gawang Vicente Guaita Panadero.

Hasil tersebut membawa Osasuna untuk sementara keluar dari zona maut. Osasuna kini menempati posisi 16 dengan satu poin lebih banyak dari Getafe yang berada di posisi teratas zona degradasi, atau posisi 18.

Dengan poin 63, Valencia sementara itu bergeming di peringkat tiga yang menjadi zona terakhir lolos otomatis ke Liga Champions. Valencia sudah dibayangi Villarreal yang menghuni posisi empat dengan selisih tiga poin.

Tiga Kartu Merah, Roma Atasi Bari



Getty ImagesRoma mengatasi tuan rumah Bari 3-2. Pertandingan yang dilangsungkan di Stadion San Nicola ini diwarnai tiga kartu merah, dua di antaranya untuk Giallorossi.

Laga Bari kontra Roma di Stadion San Nicola, Senin (2/5/2011) dinihari WIB berkesudahan 3-2. Bari sempat dua kali unggul 1-0 lewat Simone Bentovoglio dan 2-1 berkat gol Erik Huseklepp. 

Namun begitu Francesco Totti selalu berhasil mencetak gol penyama. Kemenangan tim tamu dipastikan oleh pemain pengganti Aleandro Rosi di masa injury time babak kedua. 

Pertandingan diwarnai tiga kartu merah, masing-masing untuk Daniele De Rossi dan Simone Perrotta (Roma), serta Kamil Glik (Bari). 

Skor seri membuat koleksi poin Il Lupi menjadi 59 dan berada di possi kelima klasemen sementara. Seperti dilansir dari situs resmi Seri A (www.legaseriea.it), poin Roma sama dengan yang dimiliki Udinese, namun secara head to head, Roma lebih unggul dari Udinese. Tim ibukota Italia dua kali mengalahkan I Zebrette musim ini, masing-masing dengan skor 2-0 (20/11/2010) dan 2-1 (9/4/2011).
 
Sedangkan koleksi nilai Bari tetap 22 dan berada di dasar klasemen sementara. I Galletti sendiri sebelumnya sudah dipastikan degradasi. 

Jalannya Pertandingan 

Bari membuka skor di menit ke-25 melalui penalti Simone Bentivoglio. Sebelumnya sepakan 12 pas diberikan setlah bek Roma Juan handsball di kotak terlarang. 

Lima ment berselang, AS Roma berhasil mencetak gol penyama. Tendangan bebas Francesco Totti menembus gawang yang dijaga Jean Francois Gillet. 

Setelah membuat kedudukan imbang, Roma lebih intens menekan. Namun justru Bari yang berhasil kembali unggul tiga menit menuju jeda. Gol bagi tim berjuluk I Galletti hadir setelah umpan silang Jamie Romero Gomez berhasil ditanduk Erik Huseklepp. 

Roma harus bermain 10 orang usai Daniele De Rossi menerima kartu merah, sebagai hukuman akibat aksinya yang menyikut wajah Simone Bentivoglio. 

Kiper Bari Gillet menggagalkan serangan Roma yang datang lewat sepakan Totti dari luar kotak penalti di menit ke-54. 

Roma mendapatkan hadiah penalti di menit ke-56 usai Juan dilanggar Alesandro Parisi. Totti yang tampil sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya dan membuat skor menjadi 2-2. Gillet sudah bergerak ke arah yang benar. Namun usaha kiper asal Belgia itu masih kalah cepat dari tendangan Totti. 

Tuan rumah selanjutnya dua kali hampir menjebol gawang Roma. Yang pertama saat Juan hampir membuat gol bunuh diri. Usahanya mencegah bola silang yang dilancarkan pemain Bari, mengarah ke gawang sendiri. Beruntung bagi Il Lupi, bola masih membentur gawang. 

Berikutnya sepakan dari luar kotak penalti yang dilancarkan Bentivoglio masih di samping kiri gawang yang dijaga Alexander Doni. 

Roma kembali mendapatkan penalti di menit ke-78 setelah Kamil Glik melanggar Marco Borriello. Pelanggaran ini juga berbuah kartu merah bagi bek Bari tersebut. Totti kembali menjadi ekeskutor. Namun kali ini sepakan kapten Il Lupi itu masih membentur tiang gawang. 

Kedua tim saling melancarkan tekanan di sisa waktu. Peluang Roma lewat sepakan Marco Cassetti di empat menit menuju peluit panjang, masih belum berhasil menjebol gawang Bari. 

Mistar gawang menggagalkan peluang Bari yang diciptakan oleh Abdelkader Ghezzal di menit terakhir pertandingan. 

Kartu merah kembali hadir dari saku wasit, kini ditujukan kepada Simone Perrotta yang melanggar Andrea Masiello. 

Gol! Di masa injury time, Roma berhasil menjebol gawang Bari melalui pemain pengganti Aleandro Rosi. Gol ini berawal dari umpan silang John Arne Riise dari sisi kiri, bola kemudian ditanduk oleh Borriello. Bola mengenai Rosi dan menembus gawang tim tuan rumah. 

Susunan Pemain

Bari: Gillet; Glik, Belmonte, Parisi, Masiello, Donati (Ghezzal 72), Gazzi, Kopunek, Bentivoglio, Huseklepp (M.Rossi 82), Gomez (Alvarez 72)

AS Roma: Doni; Juan, Burdisso, Riise, Cassetti (Rosi 88), De Rossi, Pizzaro, Vucinic (Taddei 53), Menez (Borriello 46), Totti, Perrotta

Tevez Masih Tak Dilirik Batista



AFP/Paul Ellis Peluang Carlos Tevez bermain bagi Argentina di Copa America bisa musnah sepenuhnya. Sebab pelatih Albiceleste Sergio Batista nyatanya masih mengalihkan perhatian dari striker 26 tahun itu.

Batista pada akhir pekan ini khusus datang ke Eropa untuk memantau para pemain Argentina yang ada di sana. Tujuannya jelas untuk persiapan Copa America yang akan dihelat di negaranya Juli nanti.

Akhir pekan ini laga Manchester City kontra West Ham United, Minggu (1/5/2011) malam WIB dikunjungi oleh Batista. Memang Carlos Tevez masih cedera dan tak bermain dalam pertandingan itu.

Namun alih-alih mengecek kondisi Tevez, Batista nyatanya hanya ingin menengok permainan Pablo Zabaleta yang juga adalah anggota timnas Tango.

Batista sepertinya masih 'sakit hati' atas kelakukan Tevez November lalu. Tevez sebenarnya dipanggil untuk laga friendly kontra Brasil namun ia mengundurkan diri karena alasan cedera.

Tapi empat hari kemudian eks Boca Juniors dan Manchester United itu malah bermain melawan Fulham dan mencetak gol. Setelah itu Tevez tak lagi dipanggil Batista.

"Tevez tidak adalah rencanaku. Dia bukanlah prioritasku," tegas Batista kepada Sky Sports.

"Aku tidak berbicara dengannya karena memang tidak ada yang ingin kubicarakan," sambungnya.

"Seperti yang selalu kubilang dia tidak dipanggil karena aku suka Tevez yang bermain di Boca. Bukan Tevez yang ini," simpul Batista.

Mental Pemain Muda The Gunners Tuai Pujian



 Getty Images/Mike HewittMusim ini Arsenal kerap dikritik keras terkait kebiasaan memakai pemain muda minim pengalaman. Namun kemenangan atas Manchester United menunjukkan darah-darah muda The Gunners berprospek cerah.

Musim ini Arsenal yang berpeluang jadi satu-satunya tim di Eropa yang bisa merebut empat gelar, akhirnya harus menerima satu per satu titel itu lepas dari tangan.

Kekalahan dari Birmingham di final Piala Liga jadi tolak awalnya. Sesudahnya Arsenal hanya bisa memenangi dua laganya di seluruh kompetisi.

Maka Arsene Wenger pun jadi sasaran kritik terkait kebijakannya yang terus menggunakan pemain muda, yang menyebabkan Arsenal puasa gelar dalam enam tahun terakhir.

Namun keputusan Wenger untuk menurunkan kembali armada mudanya, kala menghadapi pesaing utamanya MU di pekan ke-35 Liga Inggris, berbuah manis.

Tim termuda yang diturunkan sebuah tim musim ini, dengan rataan umur 23 hari dan 296 hari, itu meraih kemenangan 1-0 lewat gol Aaron Ramsey, gelandang berusia 20 tahun.

"Jika Anda melihat rataan umur tim kami hari ini, ini adalah sebuah kabar bagus untuk klub. Mereka masih sangat muda," ujar Wenger seperti dilansir Reuters.

"Saya merasa kami ingin menambaha apa yang kami butuhkan dan saya sangat berhati-hati atas apa yang saya katakan. Penting untuk tetap mempercayai apa yang kami lakukan, Anda dapat melihat para pemain berkembang ketika mereka mendapat kesempatan," sambungnya.

"Anda hanya akan bisa berkembang jika Anda bermain. Namun orang-orang ingin dua hal yakni memenangi setiap laga dan menghasilkan pemain fantastis," tukasnya.

Meski begitu Wenger mengaku jika mental para pemain mudanya kerap tak stabil. Contohnya dalam tiga laga terakhir Arsenal selalu kehilangan angka usai mereka bisa unggul lebih dulu.

"Ya mereka masih kurang tenang jika berada dalam tekanan. Secara tak sadar ada yang mempengaruhi tim kami bila sedang berurusan dengan namanya kekecewaan," tutup pria asal Prancis itu.

'Kapal Selam Kuning' Terus Menekan 'Kelelawar'



Getty ImagesVillarreal terus memberikan tekanan kepada Valencia dalam perebutan tiket otomatis Liga Champions, menyusul kemenangan 2-1 atas Getafe.

Di Estadio El Madrigal, Senin (2/5/2011) dinihari WIB, 'Kapal Selam Kuning' tertinggal lebih dulu dari Getafe yang menjadi tim tamu.

Pedro Rios menjadi pemain pertama yang memecah kebuntuan di dalam pertandingan, setelah mengirim bola melewati kiper Diego Lopez. Getafe memimpin 1-0.

Butuh 30 menit, yang diselingi jeda turun minum, sebelum Villarreal dapat membalas. Gol penyama kedudukan itu baru lahir pada menit 61 melalui Cani.

Gol pemasti kemenangan tuan rumah akhirnya lahir pada menit 74 lewat Giuseppe Rossi. Villareal pun menang 2-1.

Dengan tambahan tiga poin, Villarreal kini duduk di peringkat empat klasemen sementara La Liga Primera dengan poin 60 dari 34 pertandingan. 

'Si kelelawar' Valencia menghuni satu tangga lebih baik, yakni di posisi tiga--zona terakhir lolos otomatis ke Liga Champions--dengan keunggulan tiga angka dari Villarreal dan sedang melakoni pertandingan jornada 34-nya.

Di pertandingan lainnya, Sevilla memanaskan persaingan memperebutkan tiket langsung ke Liga Europa musim depan dengan kemenangan 1-0 atas Almeria.

Tambahan angka tersebut membawa Sevilla naik ke posisi enam klasemen sementara dengan poin 52, setara dengan Atletico Madrid yang ada di posisi lima. Keduanya sudah memainkan 34 laga.

Mengancam di bawah keduanya adalah Athletic Bilbao yang baru memainkan 33 pertandingan dan sudah mengoleksi 51 poin

Espanyol Tambah Kontrak Pochettino



M.Pochettino (Getty Images)Espanyol puas dengan kinerja yang ditunjukkan oleh pelatih Mauricio Pochettino. Klub berjuluk Los Periquitos itu pun menambah kontrak kerja entrenador asal Argentina tersebut hingga 2014.

September tahun lalu Pochettino menandatangani kontrak bersama Espanyol yang berdurasi hingga 30 Juni 2012. Tidak sampai satu tahun setelahnya, pelatih berusia 39 tahun tersebut kembali menandatangani kontrak baru yang membuat masa tugasnya bersama Espanyol menjadi bertambah lama. 

"RCD Espanyol dan Mauricio Pochettino telah mencapai kesepakatan untuk memperpanjang kontrak pelatih hingga 30 Juni 2014. Beberapa bulan yang lalu, klub dan Pochettino memutuskan untuk memperpanjang kontrak hingga 2012. Kesepakatan itu telah diperkuat lewat kontrak baru ini," demikian keterangan klub yang bermarkas di Estadi Cornella-El Prat tersebut melalui situs resminya. 

Pengumuman tersebut disampaikan Espanyol pada hari Minggu (1/5/2011) waktu setemapt. Bersama Pochettino, klub yang berbasis di Barcelona itu juga memperpanjang kontrak direktur olahraga Ramon Planes dengan durasi yang sama. 

Keputusan Espanyol ini didasari oleh rasa puas mereka terhadap kinerja mantan pemain timnas Argentina itu, yang berhasil mengembangkan tim dengan materi pemain muda. 

"RCD Espanyol sangat bangga dengan kinerja pelatih terkait pemain muda yang diambil dari tim Espanyol dari level yang lebih rendah. Kesepakatan ini adalah hasil rasa puas klub terhadap hal tersebut."

"Pochettino bergabung ketika Espanyol tengah bertarung menghindari degradasi. Secara khusus dia telah memberikan ide bagi klub untuk berubah menjadi modern, serbaguna, dan multipurpose. Dia telah melakukannya." 

"Sejak dia bergabung, tim telah menjadi sangat reguler dan dia telah berani menggunakan pemain muda. Itu sebabnya klub selalu yakin bahwa konsolidasi dari proyek ini akan membawa klub terus berkembang secara konstan kepada hasil dari tim utama." 

Saat masih aktif bermain, Pochettino pernah membela Espanyol tahun 2004 hingga 2006. Kemudian setelah pensiun, ia menukangi Los Periquitos pada Januari 2009. Saat ini Ivan de La Pena dkk berada di papan tengah klasemen sementara La Liga 2010/2011

Salah satu hal yang patut dicatat dari Pochettino adalah ketika dia "menyingkirkan" ikon tim Raul Tamudo di musim 2009/2010, setelah sebelumnya dia terlibat perselisihan dengan striker asal Spanyol tersebut. Tamudo sendiri saat ini memperkuat Real Sociedad.

 
Design by Wordpress Themes | Bloggerized by Free Blogger Templates | Macys Printable Coupons